Zulhas: Akses Pupuk Dipermudah, Produksi Beras Meningkat
- 02 Mei 2026 13:48 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID: Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menghadiri rembuk tani bersama ratusan petani di Lampung Selatan, Sabtu 2 Mei 2026. Dalam kesempatan itu ia menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak untuk memajukan sektor pertanian.
Zulhas menjelaskan, sebelum 2024 penyerapan pupuk hanya sekitar 6 juta ton karena aturan yang rumit. Setelah aturan dipangkas lewat Peraturan Presiden, distribusi pupuk menjadi lebih mudah.
“Sekarang pupuk mudah, tinggal Dirut pupuk drop. Dari 6 juta naik menjadi 9,5 juta ton,” jelasnya.
Kemudahan ini membuat petani bisa mendapat pupuk tepat waktu sehingga produksi meningkat. Produksi beras nasional naik 8 persen, dari 30 juta ton menjadi 32,4 juta ton.
Pemerintah juga menetapkan harga gabah Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.
“Kita hapus celah tengkulak. Sekarang asal petani panen, boleh dibeli Rp6.500. Kalau tidak, akan diperiksa Babinsa dan Kapolsek,” tegasnya.
Dari kebijakan tersebut, produksi beras nasional pada 2025 diperkirakan naik 4,2 juta ton, berbanding terbalik dengan 2024 yang masih impor 4,5 juta ton.
Zulhas turut mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk TNI.
“TNI luar biasa. Tanpa TNI, kita akan kesulitan. Mereka membantu membuka sawah baru, membangun koperasi, dan mendampingi petani,” katanya.
Saat ini, total penyerapan pupuk nasional mencapai sekitar 9,8 juta ton. Di Sumatera sudah terserap hampir 40 persen, sementara Lampung mencapai 274 ribu ton atau 38,4 persen dari alokasi.
Selain itu, pemerintah juga membangun tujuh pabrik pupuk baru untuk menjamin ketersediaan pupuk ke depan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyebut penyederhanaan aturan berdampak besar bagi petani.
“Dampaknya luar biasa. Di Lampung, penebusan pupuk dibandingkan tahun sebelumnya naik 168 persen,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perbaikan distribusi pupuk.
“Saya mewakili seluruh jajaran Pupuk Indonesia, bahkan petani di Indonesia, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kebijakan ini,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....