Program Asistensi Rehabilitasi Sosial Jadi Pintu Kemandirian Warga

  • 01 Mei 2026 14:30 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Bantuan sosial tak lagi sekadar bantuan konsumtif. Di Kabupaten Pringsewu, program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) mulai diarahkan menjadi pintu awal kemandirian warga, 1 Mei 2026. Sebanyak 441 warga dari kelompok rentan menerima bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial RI dengan total nilai mencapai Rp 892 juta lebih. Namun, pemerintah menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar penyaluran, melainkan bagian dari strategi “naik kelas” bagi penerima manfaat.

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila menyebutkan, program ini diharapkan mampu mendorong penerima untuk beranjak dari ketergantungan menuju kemandirian ekonomi.

“Harapannya bantuan ini benar-benar berdampak pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat penyerahan simbolis di Lobi Kantor Bupati Pringsewu.

Dari total penerima, tidak hanya kebutuhan dasar yang dipenuhi, tetapi juga diberikan stimulus usaha bagi warga usia produktif. Skema ini dinilai menjadi kunci agar bantuan tidak berhenti sebagai intervensi jangka pendek. Staf Ahli Wakil Menteri Sosial RI Alif Kamal menegaskan, bantuan wirausaha yang diberikan merupakan tahap awal yang bisa berlanjut ke program pemberdayaan dengan nilai lebih besar.

“Program rintisan ini bisa menjadi langkah awal. Nantinya bisa ditingkatkan melalui program pemberdayaan sosial ekonomi,” katanya

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran melalui data DTSEN desil 1–5, sebagai bagian dari upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai arahan pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Sentra Handayani Jakarta Hisyam Cholil menyebut program ini sebagai bentuk nyata kolaborasi pusat dan daerah dalam memastikan negara hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, Dinas Sosial Pringsewu menilai pendekatan ATENSI yang menggabungkan bantuan sosial dan pemberdayaan menjadi langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan bermartabat. Dengan pola ini, bantuan sosial diharapkan tidak lagi berhenti pada penyaluran, tetapi berlanjut menjadi proses pendampingan hingga penerima benar-benar mampu berdiri sendiri.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....