Program MBG di Lampung Dorong Perbaikan Gizi Anak dan Cegah Stunting
- 30 Apr 2026 19:59 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID., Bandarlampung: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperbaiki kualitas hidup kelompok rentan melalui intervensi gizi yang terarah.
Program yang telah berjalan sejak tahun lalu itu menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok prioritas penerima manfaat. Dengan sasaran tersebut, pemerintah berharap dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan dukungan asupan nutrisi.
Menurut Heryana Romdhony, S.Sos., M.E, dalam Obrolan Dawah Khani Programa 4 Bandarlampung, manfaat terbesar dari program ini adalah perbaikan asupan gizi yang secara langsung berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Asupan nutrisi yang cukup diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta kemampuan kognitif anak sejak usia dini.
“Manfaatnya sangat besar, terutama untuk perbaikan gizi anak-anak dan ibu hamil. Ini juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting,” katanya.
Dampak jangka menengah dari program ini adalah terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat secara lebih merata. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kesehatan antarwilayah di Provinsi Lampung.
Dalam jangka panjang, program MBG diyakini mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lampung. Peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan akan menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Selain itu, MBG juga dinilai memberi motivasi tambahan bagi anak untuk tetap bersekolah karena kebutuhan makan di lingkungan sekolah turut terpenuhi. Kondisi ini secara tidak langsung dapat menekan angka putus sekolah, terutama di daerah dengan tingkat ekonomi rendah.
Keberhasilan program nantinya akan diukur melalui peningkatan indikator kesehatan masyarakat, angka partisipasi sekolah, serta penurunan angka kemiskinan. Evaluasi berbasis data diharapkan mampu memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....