Perempuan Disabilitas Hadapi Diskriminasi Ganda

  • 28 Apr 2026 12:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID., Bandarlampung: Perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar dalam memperjuangkan kesetaraan gender di tengah kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena masih banyak hambatan yang membatasi ruang gerak dan kesempatan mereka.

Lewat Obrolan Dawah Khani Programa 4 Bandarlampung, Rifka Aprilia, seorang ASN disabilitas netra di Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, mengungkapkan bahwa perempuan disabilitas kerap mengalami diskriminasi berlapis. Menurutnya, mereka tidak hanya menghadapi bias gender sebagai perempuan, tetapi juga stigma sebagai penyandang disabilitas.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk double discrimination atau diskriminasi ganda yang masih nyata terjadi hingga saat ini. Situasi ini membuat perempuan disabilitas sering kali berada dalam posisi yang lebih rentan dibanding kelompok lainnya.

Stigma negatif dari lingkungan sekitar masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi setiap hari. Mulai dari anggapan tidak mampu bekerja secara profesional hingga keraguan terhadap kemampuan menjalankan peran dalam keluarga, semuanya masih sering muncul.

Menurut Rifka, pandangan semacam ini dapat berdampak langsung pada terbatasnya akses perempuan disabilitas terhadap pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial. Jika dibiarkan, stigma tersebut akan terus menghambat pemenuhan hak-hak dasar serta peluang untuk berkembang.

Ia menegaskan pentingnya dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak untuk menciptakan ruang yang inklusif dan setara. Kesempatan yang sama dinilai menjadi kunci agar perempuan disabilitas dapat menunjukkan potensi dan kontribusi terbaiknya.

Rifka berharap kesadaran publik terhadap isu kesetaraan bagi perempuan disabilitas terus meningkat. Dengan dukungan bersama, perempuan penyandang disabilitas diharapkan mampu memperoleh hak, kesempatan, dan penghargaan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....