Sekdaprov Lampung Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Kantung Plastik

  • 21 Apr 2026 06:53 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik dan membawa kantung belanja sendiri, serta beralih ke kemasan ramah lingkungan menyusul kenaikan harga yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan imbauan tersebut disampaikan seiring melonjaknya harga plastik di pasaran yang mencapai kisaran 40-50 persen akibat dampak konflik Iran-Amerika Serikat yang mengganggu pasokan bahan baku.

“Kondisi ini tersebut menjadi momentum untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekaligus beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari,” kata Marindo, Selasa 21 April 2026.

Karena itu, lanjut Marindo, masyarakat diminta untuk mengurangi penggunaan plastik dan mulai menggunakan bahan yang ramah lingkungan, serta membiasakan membawa kantung belanja sendiri.

“Memang perubahan kebiasaan ini tidak mudah dilakukan karena membutuhkan dukungan berbagai pihak, serta sosialisasi yang dilakukan secara bertahap agar masyarakat menerapkan budaya menggunakan bahan ramah lingkungan, dan membiasakan membawa kantung belanja sendiri,” ujarnya.

Marindo Kurniawan menambahkan, lonjakan harga plastik dipengaruhi terganggunya pasokan bahan baku kimia akibat konflik di kawasan Timur Tengah, yang dampaknya dirasakan secara luas, tidak hanya di Provinsi Lampung, namun juga di berbagai daerah di Indonesia.

“Kenaikan harga plastik saat ini rata-rata ini mencapai sekitar 50 persen dan terjadi hampir di seluruh daerah. Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap para pedagang, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kantung plastik sebagai kemasan,” ucap Marindo.

Sebab, sambung Marindo, kenaikan biaya operasional membuat sebagian pedagang harus menyesuaikan harga jual.

“Pemerintah daerah tidak dapat mengintervensi harga plastik, karena bahan baku produksinya masih bergantung pada impor dari luar negeri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....