Itera dan Walhi Beri Solusi Banjir di Bandar Lampung
- 16 Apr 2026 14:17 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Banjir yang melanda wilayah Kota Bandar Lampung pada Selasa malam lalu mendapat perhatian dari sejumlah pihak, baik dari akademisi perguruan tinggi maupun organisasi peduli lingkungan.
Institut Teknologi Sumatera menawarkan sejumlah solusi yang dapat dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Wakil Rektor Itera sekaligus peneliti banjir, Arif Rahman, kepada RRI mengatakan, salah satu solusi jangka panjang yang dapat dilakukan pemerintah antara lain dengan kembali mengevaluasi tata ruang kota. Selain itu, pengendalian pembangunan di garis sepadan sungai, dinilai dapat menjadi solusi dalam menekan dan meminimalisir dampak banjir.
"Solusi jangka panjang yang dapat dilakukan pemerintah antara lain dengan kembali mengevaluasi tata ruang kota. Selain itu, pengendalian pembangunan di garis sepadan sungai. Dalam aturannya wilayah aliran sungai tidak boleh ada bangunan sepanjang tiga meter kanan dan kiri, itu dihitung dari bibir sungai," ujarnya, Kamis 16 April 2026.
Solusi mengatasi banjir di Kota Bandar Lampung juga disampaikan Direktur organisasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung Irfan Tri Musri. Menurutnya, tata kelola sampah, perbaikan drainase, penataan ruang dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat menjadi solusi efefktif menekan dampak banjir didaerah yang menjadi ibu Kota Provinsi Lampung ini.
"Kembali kami menegaskan, agar pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mengatasi permasalahan banjir ini dapat segera melakukan evaluasi program pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Kita lihat sekarang, bagaimana RTH di Kota Bandar Lampung ini prosentasenya sudah sangat berkurang," ucapnya.
Diketahui, banjir yang melanda wilayah Kota Bandar Lampung pada Selasa malam lalu mengakibatkan terdapat 34 lokasi yang tersebar di 21 kelurahan terendam. Menurutnya selain mengakibatkan kerugian materi, bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa. Seorang Ibu, warga Kelurahan Garuntang meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....