Banjir Bandar Lampung Momentum Perbaikan Tata Kelola Lingkungan dan Kota

  • 15 Apr 2026 16:01 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada 14 April 2026 kembali menyebabkan banjir di berbagai wilayah.

Sejumlah kawasan permukiman, ruas jalan utama, hingga fasilitas umum terdampak genangan air yang cukup tinggi. Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa persoalan banjir di kota ini masih belum terselesaikan secara menyeluruh.

Dosen Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu Institut Teknologi Sumatera (Itera) Muhammad Hakim Sedo Putra mengatakan, curah hujan yang tinggi memang menjadi faktor pemicu utama dalam kejadian ini.

Namun demikian, banjir yang terjadi tidak dapat semata-mata disebabkan oleh faktor alam. Kondisi lingkungan perkotaan yang belum siap dalam mengelola limpasan air hujan menjadi salah satu faktor penting yang perlu mendapat perhatian serius.

"Perkembangan pembangunan di Bandar Lampung yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan signifikan terhadap kondisi lingkungan," ujarnya, Rabu 15 April 2026

"Berkurangnya ruang terbuka hijau dan daerah resapan air menyebabkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan semakin menurun. Akibatnya, air lebih banyak mengalir di permukaan dan membebani sistem drainase yang ada," katanya, menambahkan.

Di sisi lain, sistem drainase di sejumlah wilayah belum berfungsi secara optimal. Saluran air yang tidak terintegrasi dengan baik, mengalami penyempitan, serta tersumbat oleh sampah menjadi kendala utama dalam mengalirkan air saat hujan deras terjadi. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan menimbulkan banjir di berbagai titik.

Selain faktor infrastruktur, perilaku masyarakat juga turut berperan dalam memperparah kondisi. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kurangnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan menyebabkan saluran air tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Melihat kondisi tersebut, penanganan banjir perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Pembangunan kota harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur dan keberadaan ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air.

Selain itu, perbaikan dan pengembangan sistem drainase yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak. Tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dalam hal pemeliharaan dan pengawasan agar sistem yang ada dapat berfungsi dengan baik.

Sektor swasta dan pengembang juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan. Setiap proyek pembangunan perlu memperhatikan daya dukung lingkungan serta menyediakan sistem pengelolaan air hujan yang memadai.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta ikut merawat fasilitas umum menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi risiko banjir.

Banjir yang terjadi di Bandar Lampung seharusnya dapat menjadi momentum untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Dengan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan ke depan kota ini dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Upaya bersama yang konsisten dan berkelanjutan menjadi kunci agar persoalan banjir tidak terus berulang, serta kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat dapat terus meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....