Bupati Tubaba Kukuhkan 31 Relawan Bolo Ngarit
- 01 Apr 2026 14:52 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Tulang Bawang Barat – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novriwan Jaya, mengukuhkan 31 anggota Bolo Ngarit se-Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) di Balai Tiyuh Candra Jaya.
Dalam arahannya, Bupati menekankan peran vital relawan ini dalam menjaga status Tubaba sebagai lumbung ternak di Sumatera.
"Tugas kalian itu sangat besar. Jadi jangan sampai setelah pengukuhan ini kita santai-santai, karena majunya perkembangan peternakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat itu ada di salah satunya ada di pundak kalian," kata Novriwan Jaya, Rabu, 1 April 2026.
Dia menjelaskan pembentukan Bolo Ngarit merupakan langkah untuk memperkuat sektor peternakan yang menjadi program unggulan daerah. Berdasarkan data, Tubaba telah menjadi rujukan bagi daerah lain seperti Jambi, Bengkulu, hingga Aceh dalam pengembangan ternak.
"Tugas teman-teman Bolo Ngarit adalah menjembatani antara kebutuhan peternak kita dengan Dinas. Karena kalau tidak ada jembatan itu, tidak ada perantara, tidak akan ketemu, karena teman-teman Dinas keterbatasan sumber daya manusia," jelasnya.
Novriwan juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara relawan, perbankan, dan pemerintah daerah.
"Program Pak Presiden itu tujuannya adalah untuk menggerakkan ekonomi lokal. Kita harus proaktif menawarkan potensi desa. Inilah yang namanya harus kolaborasi, karena semua program ini kalau kita tidak kerja sama, pasti tujuannya tidak tercapai," ujarnya.
Bank Lampung turut memberikan dukungan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. Pimpinan Cabang Bank Lampung KCP Panaragan Jaya, Robizal, menjelaskan adanya penyesuaian bunga yang meringankan masyarakat.
"Untuk kredit KUR Super Mikro dengan plafon Rp1 juta sampai Rp10 juta tetap di angka 3 persen per tahun. Namun, atas koordinasi Bapak Bupati dengan Direktur Utama kami, kini program tanpa agunan sudah ditingkatkan plafonnya hingga Rp100 juta khusus untuk masyarakat Tubaba," ujar Robizal.
Ia menambahkan adanya skema "Bayar Panen" dengan bunga yang kini dibuat rata demi memudahkan arus kas peternak dan petani.
"Dahulu bunganya berjenjang dari 6 persen hingga 9 persen, tapi sekarang atas permintaan Bapak Bupati, kita buat flat rata di angka 6 persen per tahun untuk sistem bayar panen. Harapannya, dengan meminjam ke Bank Lampung, perputaran ekonomi tetap berada di Kabupaten Tulang Bawang Barat dan meningkatkan taraf hidup bapak-ibu sekalian," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....