Ekonomi Lampung Tumbuh 5,28 Persen, Kemiskinan Menurun

  • 31 Mar 2026 06:43 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID., Bandarlampung: Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memaparkan capaian positif perekonomian daerah dalam forum perencanaan pembangunan Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur pada Senin, 30 Maret 2026. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kinerja ekonomi Provinsi Lampung menunjukkan tren yang menggembirakan, baik dari sisi pertumbuhan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,28 persen. Angka ini tidak hanya menunjukkan pemulihan ekonomi yang solid, tetapi juga melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen serta rata-rata regional Sumatera sebesar 4,81 persen. Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah dengan performa ekonomi yang kompetitif di tingkat nasional.

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah. Kontribusinya yang mencapai hampir seperempat dari total struktur ekonomi menunjukkan bahwa aktivitas agraris tetap menjadi penggerak utama, sekaligus sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Lampung. Stabilitas sektor ini dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global.

Dari sisi kesejahteraan, indikator kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Pada September 2025, angka kemiskinan di Provinsi Lampung turun menjadi 9,66 persen. Penurunan ini mencerminkan efektivitas berbagai program pengentasan kemiskinan serta peningkatan akses masyarakat terhadap peluang ekonomi.

Namun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di wilayah Lampung Timur. Di daerah tersebut, angka kemiskinan tercatat masih berada di level 12,15 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Lampung tercatat sebesar 4,21 persen, menjadikannya salah satu dari empat terendah secara nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja relatif stabil dan mampu menyerap angkatan kerja secara cukup baik. Di Lampung Timur sendiri, tingkat pengangguran bahkan lebih rendah, yakni 3,18 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan capaian positif. Provinsi Lampung mencatat IPM sebesar 73,98 dan telah masuk dalam kategori tinggi. Sementara itu, Lampung Timur berada sedikit di bawahnya dengan angka 73,92, yang juga mendekati kategori serupa.

Menurut Wakil Gubernur, berbagai capaian ini merupakan modal penting dalam mendorong pembangunan ke depan. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pemerataan hasil pembangunan agar lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Ke depan, kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, penurunan kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, Lampung dinilai memiliki fondasi yang cukup kokoh untuk melangkah menuju pembangunan yang lebih maju dan merata di tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....