Pagar 138 Km Way Kambas Jadi Penggerak Ekonomi Baru 27 Desa Penyangga
- 26 Mar 2026 18:55 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pembangunan pagar pembatas sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas tidak hanya difokuskan untuk mengakhiri konflik manusia dan satwa liar, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi puluhan desa di sekitarnya.
Kebijakan yang diputuskan oleh Prabowo Subianto ini dinilai sebagai langkah strategis yang menggabungkan aspek konservasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa pembangunan pagar akan membuka ruang bagi optimalisasi lahan pertanian warga yang selama ini tidak produktif akibat gangguan satwa liar.
“Selama puluhan tahun, masyarakat tidak bisa memaksimalkan lahan mereka. Dengan adanya pembatas ini, aktivitas ekonomi akan kembali berjalan,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut sedikitnya 27 desa penyangga akan menjadi fokus pengembangan. Komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong diproyeksikan kembali meningkat, seiring berkurangnya risiko kerusakan akibat gajah liar.
Tak hanya sektor pertanian, pemerintah juga menyiapkan pengembangan ekonomi berbasis kehutanan. Warga didorong mengembangkan komoditas baru seperti madu dan serai, yang terintegrasi dengan program pemberdayaan desa.
Selain itu, proyek pembangunan pagar ini turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. Skema pendanaan yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Dalam jangka panjang, kawasan pembatas bahkan dirancang memiliki potensi sebagai jalur wisata berbasis masyarakat. Hal ini membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga sekaligus memperkuat posisi Way Kambas sebagai kawasan konservasi yang produktif.
Pemerintah menargetkan pembangunan rampung dalam waktu tiga hingga empat bulan. Dengan infrastruktur yang kuat dan program ekonomi yang terintegrasi, proyek ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan konflik lama, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....