BMKG Ingatkan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang

  • 25 Mar 2026 12:19 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi pada tahun 2025 // Hal tersebut dipengaruhi dinamika iklim global yang berdampak pada penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Provinsi Lampung.

Senior Forecaster Stasiun Klimatologi Lampung, Suparji kepada RRI Rabu 25 Maret 2026, menjelaskan, berdasarkan analisis data iklim terbaru, pola musim kemarau tahun ini menunjukkan kecenderungan peningkatan hari tanpa hujan serta intensitas curah hujan yang berada di bawah normal.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan tahun 2025 yang masih mengalami beberapa periode hujan lokal sehingga dampak kekeringan tidak terlalu signifikan. Tahun ini, atmosfer diperkirakan lebih stabil dan kering sehingga peluang terbentuknya awan hujan menjadi lebih kecil.

"Awal musim kemarau di sebagian wilayah Lampung terjadi secara bertahap, namun durasinya diprediksi lebih lama dengan puncak kekeringan berlangsung pada pertengahan hingga akhir musim kemarau. Situasi ini berpotensi memengaruhi sektor pertanian, terutama lahan tadah hujan yang bergantung pada curah hujan alami," ujarnya.

Menurutnya, Stasiun Klimatologi Lampung terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan memberikan pembaruan informasi iklim secara berkala guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat beradaptasi terhadap potensi dampak musim kemarau yang lebih ekstrem tahun ini. Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak kemarau panjang diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....