Idul Fitri dan Nyepi Berdekatan, Kemenag Lampung Imbau Saling Jaga Kondusivitas

  • 18 Mar 2026 09:33 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tahun 2026 membawa momen istimewa bagi kehidupan umat beragama di Indonesia. Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berdekatan dengan Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Menyikapi hal ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung mengeluarkan imbauan kepada seluruh umat Islam dan Hindu untuk saling menghargai dan menjaga kerukunan.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, mengatakan Kemenag hadir untuk melayani dan memberikan fasilitas kepada seluruh umat beragama di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung.

"Kementerian Agama dalam hal ini Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, kita melayani, memberikan fasilitas kepada seluruh agama yang ada di negara kita, Republik Indonesia. Kebetulan Hari Raya Idul Fitri ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Kami mengimbau kepada seluruh umat Islam dan juga umat Hindu untuk saling menghargai dan menghormati," ujar Zulkarnain, Rabu, 18 Maret 2026.

Zulkarnain mengajak seluruh umat untuk memaknai momen kebersamaan ini sebagai sarana introspeksi diri. Ia meminta agar umat Islam tidak berlebihan dalam mengekspresikan euforia Idul Fitri, terutama di daerah-daerah yang menjadi kantong pemukiman umat Hindu.

"Artinya kita bisa pada tahun ini sama-sama mengintropeksi diri, kemudian tidak berlebihan untuk euforia merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan takbiran keliling berarak-arakan, karena kita juga menghormati nanti di daerah-daerah tertentu di Lampung kan ada kampung Bali dan lain sebagainya. Jadi menghormati bahwa mereka pada hari itu juga sedang melakukan ibadah Nyepi agar mereka bisa khusyuk dan tenang," jelasnya.

Dia menyatakan Kemenag Lampung merujuk pada pengaturan yang diterapkan di Provinsi Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Di sana, takbiran diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Nyepi.

"Kita berkoordinasi juga dengan forum kerukunan umat beragama (FKUB) bagaimana kita menjaga kondusivitas itu dengan lintas sektoral juga. Seperti di Bali, misalnya kalau kita ada di kampung Bali agar takbiran tadi kita percepat. Artinya di Bali itu jam 9 malam sudah dihentikan takbirannya. Tapi diperbolehkan tetap untuk melakukan takbiran tanpa pengeras suara dan tanpa iringan-iringan yang semarak seperti takbiran keliling dan lain sebagainya. Itu salah satu cara kita untuk saling menghormati," ujarnya.

Menurutnya Kemenag Lampung tidak bekerja sendiri, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai elemen untuk menjaga kondusivitas selama perayaan kedua hari besar keagamaan ini.

"Kami meminta kepada seluruh tokoh agama dan aparat pemerintah semuanya kita berkolaborasi bersinergi untuk terus menjaga kondusivitas. Jangan sampai timbul konflik antara umat beragama pada perayaan Idul Fitri dan juga Hari Raya Nyepi," ucap dia.

Zulkarnain menjelaskan Kemenag memiliki struktur hingga ke tingkat paling bawah yang siap dikerahkan untuk menjaga kerukunan. Para penyuluh agama, baik Islam maupun lintas agama, akan turun ke lapangan pada malam takbiran.

"Begitu juga antar umat beragama, kalau kami pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan FKUB, kemudian juga dengan tokoh agama. Kita punya penyuluh-penyuluh agama lintas agama. Di masing-masing kecamatan, di KUA, kita punya penghulu, kita punya penyuluh agama Islam dan juga penyuluh agama lintas agama yang terdiri atas berbagai agama yang ada di Indonesia," paparnya.

Mereka akan dikerahkan untuk menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, kota, hingga provinsi.

"Mereka ini akan kita kerahkan di malam takbiran. Masing-masing kita menjaga kondusivitas di lingkungan kita masing-masing, terutama di tempat-tempat binaan mereka di RT, RW setempat yang mereka lakukan pembinaan kepada umat, tempat-tempat pelayanan mingguan mereka dan lain sebagainya, agar tidak terjadi timbul konflik antar umat beragama," katanya.

Dengan langkah-langkah preventif dan kolaboratif ini, Kemenag Lampung berharap perayaan Idul Fitri dan Nyepi yang berdekatan dapat berjalan dengan damai, khusyuk, dan penuh toleransi. Momen ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antar umat beragama di Lampung dan Indonesia secara umum tetap terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....