Observatorium Itera Amati Gerhana Bulan Total meski Hujan
- 06 Mar 2026 11:09 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung- Observatorium Astronomi Itera Lampung tetap melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total pada Selasa malam. Kegiatan ilmiah tersebut berlangsung meski hujan sempat mengguyur kawasan kampus Institut Teknologi Sumatera.
Fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon ini menjadi satu-satunya gerhana bulan total yang dapat diamati penuh dari Indonesia sepanjang 2026. Fase total gerhana diperkirakan dimulai sekitar pukul 18.03 WIB dengan puncak pada pukul 18.33 WIB.
Kepala Pusat OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri menyampaikan Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung telah menyiapkan sejumlah teleskop sejak sore hari. Namun hujan deras membuat peralatan sementara harus dievakuasi untuk mencegah kerusakan.
“Kondisi cuaca memang menjadi tantangan besar malam ini. Antusiasme tim dan pemirsa tetap tinggi sehingga kami masih dapat mendokumentasikan momen penting ini dan berbagi pengetahuan secara daring.” ucap Kepala Pusat OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, Jumat, 6 Maret 2026.
Siaran langsung pengamatan tetap dimulai pukul 18.00 WIB melalui kanal YouTube resmi OAIL. Penjelasan diberikan mengenai tahapan gerhana bulan mulai dari penumbra, parsial, total hingga kembali ke fase akhir.
Sekitar pukul 19.46 WIB, Bulan mulai terlihat saat gerhana memasuki fase sebagian. Momen tersebut berhasil ditangkap menggunakan teleskop Meade LX-90 dan disiarkan kepada pemirsa.
“Bulan akhirnya terlihat saat gerhana sudah berada pada fase parsial. Kami memanfaatkan teleskop Meade LX-90 dan juga teleskop Utopia IIIb untuk pengamatan sekaligus pembelajaran teknis pengoperasian instrumen.” ujarnya melanjutkan.
Selain pengamatan visual, kegiatan ilmiah lain turut dilakukan selama fenomena berlangsung. Itera Robotic Telescope merekam data sejak Bulan terlihat sementara pengukuran kecerlangan langit dilakukan untuk mendukung penelitian atmosfer dan astronomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....