Remaja Pelempar Batu di Tol Lampung Diamankan, Langsung Diberi Pembinaan
- 03 Mar 2026 11:43 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Tengah - Manajemen Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan pelemparan batu terhadap kendaraan yang melintas di ruas tol yang terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026 lalu. Tim bawah kendali operasi (BKO) berhasil mengidentifikasi dan mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Melalui koordinasi intensif bersama personel BKO dari Korem 043/Garuda Hitam, manajemen tol bakter melakukan observasi bersama serta penebalan pengamanan di titik yang teridentifikasi. Dari hasil pemantauan, petugas mendapati sekelompok remaja berada di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) dan setelah melakukan pengamatan, terdengar benda keras dijatuhkan ke dalam jalan tol, sehingga petugas melakukan pengejaran.
Berdasarkan hasil pengembangan, didapati sekitar 10 orang para terduga masih berstatus pelajar dan berada dalam kategori usia remaja. Atas dasar tersebut, manajemen Tol Bakter memutuskan untuk mengedepankan pendekatan pembinaan dan edukasi dengan melibatkan orang tua.
Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, M. Alkautsar, mengatakan eselamatan dan keamanan pengguna jalan tol merupakan prioritas utama. Namun demikian, dalam kasus yang melibatkan anak-anak, pendekatan yang digunakan harus bersifat mendidik untuk membangun kesadaran.
“Karena semuanya masih berstatus pelajar, kami memanggil dan menghadirkan orang tua untuk bersama-sama melakukan pembinaan. Kami berikan edukasi mengenai risiko dan dampak hukum dari tindakan tersebut, serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata Alkautsar dalam keterangannya, Selasa, 3 Maret 2026.
“Kami ingin mereka memahami bahwa apa yang dilakukan sangat membahayakan bagi pengguna jalan dan mencoreng citra wilayah di sektor keamanan,” ujarnya, menambahkan.
Dia menjelaskan sebagai bagian dari pendekatan restoratif, Tol Bakter juga memberikan predikat simbolis kepada para remaja tersebut sebagai pelopor keselamatan dan keamanan jalan tol di lingkungan sekitarnya. Predikat ini diberikan dengan harapan mereka tidak mengulangi perbuatannya, melainkan justru menjadi penggerak kesadaran di kalangan teman sebaya untuk menjaga fasilitas umum dan keselamatan pengguna jalan.
“Anak-anak ini bukan untuk diberi stigma, tetapi untuk diarahkan. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan di lingkungannya. Jika sebelumnya mereka berada di titik yang berpotensi membahayakan, maka ke depan mereka harus menjadi yang terdepan dalam menjaga keselamatan dan keamanan jalan tol,” ujar dia.
Alkautsar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan jalan tol. Menurutnya, peran aktif warga di sekitar ruas tol sangat menentukan terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.
“Jalan tol bukan hanya infrastruktur konektivitas antarwilayah, tetapi juga bagian dari ruang hidup bersama yang manfaatnya kembali kepada masyarakat. Keamanan tol tidak bisa dijaga sendiri oleh pengelola. Dibutuhkan kesadaran kolektif dan kepedulian sosial untuk saling mengingatkan serta mencegah potensi gangguan,” ucapnya.
Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif ini, Tol Bakter berharap peristiwa tersebut menjadi momentum pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat sinergi antara pengelola, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan serta keamanan pengguna jalan tol secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....