Tubaba Terima Hibah Bus Sekolah untuk Layani Pelajar Panaragan-Pulung Kencana
- 24 Feb 2026 08:17 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Tulang Bawang Barat - Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menerima bantuan hibah berupa satu unit bus sekolah dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut diberikan dalam acara penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima (BAST) Hibah Barang Milik Negara (BMN) di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tubaba, Ahmad Zulkifly, mengatakan bantuan bus yang diterima itu berkapasitas 21 penumpang.
“Bus sekolah ini akan segera kami operasikan setelah seluruh proses administrasi dan pengecekan teknis selesai, sehingga dapat langsung melayani pelajar di Tubaba,” kata Zulkifly.
Dia menjelaskan, rute prioritas pelayanan bus sekolah adalah Tiyuh Panaragan hingga Pulung Kencana. Pemilihan jalur tersebut didasarkan pada pertimbangan banyaknya titik sekolah yang dilalui, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Jalur Panaragan sampai Pulung Kencana merupakan koridor pendidikan dengan jumlah sekolah yang cukup padat, sehingga keberadaan bus sekolah ini diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi para pelajar,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, Dinas Perhubungan Tubaba telah menyiapkan dua orang pengemudi yang telah mengikuti diklat teknis pengemudi bersertifikat kompetensi dari Kementerian Perhubungan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan transportasi sekolah berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan yang berlaku.
“Kami memastikan pengemudi yang bertugas telah memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi, sehingga keselamatan para pelajar menjadi prioritas utama,” ucapnya.
Menurutnya layanan bus sekolah ini merupakan gagasan Bupati Tubaba sebagai upaya mengurangi jumlah pelajar di bawah umur yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) namun mengendarai sepeda motor ke sekolah.
“Dengan adanya layanan bus sekolah ini, kami berharap dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM. Hal ini sangat berbahaya. Ke depan, kami juga menargetkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar usia sekolah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....