Asrama Itera: Ruang Pembinaan Karakter dan Adaptasi Keberagaman Mahasiswa

  • 23 Feb 2026 12:12 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Asrama Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan akademik, sekaligus sarana adaptasi mahasiswa dalam mengenal keberagaman.

Di lingkungan asrama, mahasiswa memperoleh penguatan akademik melalui program tutorial rutin untuk sejumlah mata kuliah dasar, seperti Matematika, Fisika, Kimia, dan Bahasa Inggris. Program ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru dalam menempuh perkuliahan pada jenjang berikutnya. Selain itu, untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa digelar berbagai kegiatan seni dan olahraga melalui program Asrama Olympic, serta kegiatan pembinaan keagamaan.

Saat ini, Itera memiliki lima gedung atau tower building (TB) asrama mahasiswa. Gedung TB 1, 4, dan 5 digunakan sebagai asrama putri, sedangkan TB 2 dan 3 diperuntukkan bagi asrama putra. Para penghuni asrama akrab disebut “cendekia asrama”, sebuah sebutan yang menyiratkan harapan agar mereka tumbuh menjadi insan cendekia dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah satu penghuni asrama, Agnes Meranda Sihombing, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara, mengaku menemukan makna kebersamaan dan toleransi sejak tinggal di asrama. Ia kerap melihat cendekia asrama Muslim melaksanakan ibadah berjemaah di masjid, sementara penghuni dengan agama lain beribadah bersama di lingkungan asrama.

“Kehidupan di asrama memang lebih terstruktur, tetapi seluruh kegiatannya berorientasi pada pengembangan diri mahasiswa,” ujar Agnes.

Penghuni asrama lainnya, Wielman Itolo Halawa, mahasiswa Program Studi Sains Data asal Nias Selatan, mengaku menjadi pribadi yang lebih disiplin selama tinggal di asrama. Ia merasa terbantu dalam menjalani perkuliahan melalui kegiatan tutorial dan belajar bersama yang rutin dilaksanakan.

“Tantangannya cukup banyak, mulai dari mengelola keuangan, beradaptasi, hingga menahan rindu karena jauh dari keluarga. Namun berkat dukungan teman sekamar dan kakak asrama, semua tantangan itu bisa saya lalui,” ucap Wielman.

Kepala Pusat Asrama dan RIMA Itera, Arief Juniarto, menjelaskan, pengelolaan asrama mengusung pendekatan kekeluargaan. Asrama diposisikan sebagai ruang tumbuh bersama yang mendorong interaksi positif, solidaritas, dan kepedulian sosial antarmahasiswa.

“Melalui pendekatan kekeluargaan, mahasiswa didorong untuk saling mengenal, menghargai perbedaan, serta membangun kebersamaan layaknya dalam sebuah keluarga. Asrama menjadi ruang pembinaan karakter, bukan sekadar hunian,” kata Arief.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....