Tubaba Bentuk Satgas Kebersihan, Wabup Tekankan Kesadaran
- 13 Feb 2026 17:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Tulang Bawang Barat - Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, memimpin apel pagi yang dilanjutkan dengan aksi gotong royong kebersihan (Kurve) di sepanjang Lapangan Pulung Kencana hingga area Tanggul Tiyuh Pulung Kencana, Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan ini melibatkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparatur tiyuh di lingkup Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Nadirsyah mengingatkan agar kegiatan Kurve tidak terjebak pada formalitas atau sekadar pemenuhan dokumentasi laporan.
"Tujuan kita hari ini bukan sebatas Lapangan Pulung Kencana ini bersih lalu didokumentasikan. Poin paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah kepentingan bersama," kata Nadirsyah.
Ia menyoroti tantangan psikologis di tengah masyarakat, di mana keterlibatan pemerintah terkadang justru memicu sikap permisif warga untuk membuang sampah sembarangan karena merasa akan ada petugas atau ASN yang membersihkannya.
Nadirsyah sempat menceritakan pengalamannya saat memimpin gotong royong di Pasar Dayamurni beberapa waktu lalu. Ia menemukan adanya pedagang yang merasa bebas membuang sampah hanya karena sudah membayar retribusi kebersihan sebesar Rp2.000.
"Kita (ASN) adalah pelayan masyarakat, tapi tidak begitu juga logikanya. Jangan sampai muncul pemikiran 'ah, taruh saja sampahnya di pinggir jalan, toh minggu depan ada orang Pemda yang gotong royong'. Jika warga sudah terlibat langsung mencangkul dan membersihkan, mereka akan berpikir dua kali untuk membuang sampah sembarangan," jelasnya.
Menyikapi keluhan warga mengenai keterbatasan fasilitas, dia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah tiyuh (desa).
Rencananya, akan dibentuk Petugas atau Satgas Kebersihan di tingkat lingkungan masing-masing. Nantinya, DLH tidak lagi mengangkut sampah dari rumah ke rumah, melainkan berkoordinasi langsung dengan petugas sampah yang disiapkan oleh tiyuh.
"Untuk tahap awal, kita fokuskan di tiga kecamatan dengan volume sampah tertinggi. Jika sistem ini berjalan dan kesadaran tumbuh, kita tidak perlu sering-sering melakukan Kurve besar karena sampahnya memang sudah tidak ada lagi," jelasnya.
Nadirsyah meminta seluruh ASN di Kabupaten Tubaba untuk menjadi agen perubahan dan teladan di domisili masing-masing. Mengingat jumlah ASN hanya berkisar 10-15 persen dari total penduduk, dukungan 85 persen masyarakat umum menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....