Orthophoto UAV Perkuat Manajemen Bencana Desa Sidodadi

  • 08 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Program Studi Teknik Geomatika Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengimplementasikan teknologi orthophoto berbasis wahana tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai upaya memperkuat manajemen bencana berbasis data spasial.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Teknik Geomatika Itera memanfaatkan orthophoto beresolusi tinggi sebagai peta dasar kebencanaan yang menyajikan gambaran wilayah desa secara detail, presisi, dan terkini. Data ini berfungsi penting dalam mengidentifikasi kawasan rawan bencana, memetakan sebaran permukiman dan infrastruktur, serta mendukung perencanaan jalur evakuasi yang aman dan efektif.

Ketua tim PkM, Agel Vidian Krama, mengatakan orthophoto UAV memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi spasial yang akurat dan mudah diinterpretasikan oleh pemerintah desa. Dengan tingkat ketelitian tinggi, orthophoto mampu menjadi dasar pengambilan keputusan dalam mitigasi dan penanganan bencana.

“Orthophoto UAV memberikan informasi spasial yang presisi, sehingga perencanaan mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Agel, dilansir dari Itera, Minggu, 8 Februari 2026.

Selain itu, untuk kebencanaan, orthophoto juga berfungsi sebagai dasar perencanaan pembangunan desa yang aman dan berkelanjutan. Peta ini dapat dimanfaatkan dalam penataan ruang desa, pengembangan infrastruktur, serta pemantauan perubahan wilayah dari waktu ke waktu.

Program yang dilaksanakan sejak Desember 2025 ini turut melibatkan mahasiswa Teknik Geomatika Itera sebagai bagian dari pembelajaran praktik lapangan. Tim PkM juga melakukan sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat terkait pemanfaatan data orthophoto dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Dengan pemanfaatan orthophoto UAV secara berkelanjutan, Desa Sidodadi diharapkan memiliki sistem perencanaan berbasis data yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kapasitas desa sebagai wilayah tangguh bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....