DPR MInta Potensi Geothermal Lampung Digarap Serius

  • 05 Feb 2026 17:33 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Komisi XII DPR RI menyoroti keandalan pasokan listrik di Provinsi Lampung yang masih bergantung pada suplai dari Sumatera Selatan. Kunjungan kerja ini juga mendorong percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, terutama panas bumi.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto menyebut kebutuhan listrik Lampung mencapai 1,3 Gigawatt. Sementara produksi mandiri Lampung baru berada di kisaran 900 Megawatt, dengan suplai tambahan 400 Megawatt dari Sumatera Selatan.

“Listrik bukan lagi barang mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Maka wajib hukumnya bagi negara untuk menghadirkan listrik di setiap rumah tangga," ujar Sugeng Suparwoto, Kamis 5 Februari 2026.

Komisi XII juga mengapresiasi langkah inovatif PLTU Tarahan yang menerapkan teknologi co-firing biomassa sebesar 12,5 persen. Inovasi ini dinilai selaras dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission dan Paris Agreement.

Sugeng mendorong pemanfaatan EBT di Lampung diperkuat, terutama geothermal. Ia menilai potensi panas bumi Lampung sangat besar dan dapat menjadi sumber listrik yang lebih stabil.

“Lampung memiliki kekayaan panas bumi yang potensinya, mencapai 800 MW. Geothermal itu ramah lingkungan dan tidak merusak air tanah," tambah Sugeng.

Komisi XII meminta Pemda, PLN, dan Kementerian ESDM menyusun roadmap lima tahun agar listrik di Lampung semakin andal. DPR RI juga mendorong percepatan elektrifikasi rumah tangga untuk menekan impor BBM dan memperkuat efisiensi energi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....