Bullying Anak Dipicu Sekolah, Lingkungan, dan Media Digital
- 03 Feb 2026 20:39 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Selain keluarga, lingkungan sekolah dan media sosial memiliki peran besar dalam membentuk perilaku bullying pada anak. Pola interaksi sehari-hari, baik di ruang kelas maupun dunia digital, kerap menjadi faktor pemicu yang memperparah tindakan perundungan.
Direktur LPHPA Provinsi Lampung, Toni Fisher, mengatakan bahwa persaingan tidak sehat, stratifikasi sosial, serta paparan konten kekerasan di media digital turut memperkuat budaya bullying di kalangan anak dan remaja. Menurutnya, kondisi ini sering kali tidak disadari sebagai bentuk kekerasan.
Toni Fisher mencontohkan, intimidasi halus seperti pengucilan, ejekan terhadap status ekonomi, hingga stereotip atas pekerjaan orang tua siswa kerap terjadi di lingkungan sekolah. Bentuk-bentuk tersebut sering dianggap sepele, padahal berdampak serius pada psikologis anak.
Ia juga mengungkapkan, dalam sejumlah kasus ditemukan oknum pendidik yang justru melakukan kekerasan verbal maupun psikologis terhadap siswa. Situasi ini dinilai semakin memperburuk iklim pendidikan yang seharusnya aman dan ramah anak.
“Bullying tidak selalu berupa kekerasan fisik. Pengucilan adalah bentuk bullying paling kejam karena langsung merusak mental anak, dampak jangka panjang perundungan dapat memengaruhi kepercayaan diri hingga prestasi akademik korban.” ujar Toni Fisher.
Lebih lanjut, Toni Fisher menilai lemahnya pengawasan serta belum optimalnya implementasi regulasi pencegahan kekerasan di sekolah turut memperpanjang rantai bullying. Ia mendorong keterlibatan aktif sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....