Peran Vital OrangTua dalam Memutus Rantai Kekerasan Anak
- 03 Feb 2026 20:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kasus bullying yang kembali mencuat di sejumlah sekolah di Provinsi Lampung menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini. Fenomena ini menunjukkan bahwa perilaku kekerasan di lingkungan sekolah tidak terlepas dari pola pengasuhan yang diterapkan di rumah.
Direktur LPHPA Provinsi Lampung Toni Fisher, mengatakan bahwa pola asuh orang tua menjadi faktor utama yang memengaruhi perkembangan emosi dan perilaku anak. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar berinteraksi, mengelola emosi, dan menghargai orang lain.
Toni Fisher menjelaskan, terdapat tiga pola asuh yang umum diterapkan orang tua, yakni demokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis dinilai paling ideal karena mendorong anak memiliki rasa percaya diri, empati, serta kemampuan mengendalikan emosi dengan baik.
Sementara itu, pola asuh permisif dan otoriter justru berpotensi menimbulkan masalah perilaku. Anak yang dibesarkan secara permisif cenderung menjadi egois dan sulit memahami batasan, sedangkan pola asuh otoriter dapat memicu sikap agresif dan keinginan untuk mendominasi lingkungan sosial.
“Banyak kasus bullying berakar dari rumah. Anak yang terlalu dimanjakan atau ditekan secara berlebihan sering melampiaskan emosinya di sekolah,” ujar Toni Fisher.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....