Pemerintah Pusat akan Bangun Jembatan Gantung di Kali Pasir

  • 02 Feb 2026 09:23 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Timur: Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan jembatan gantung akan dibangun di sungai Way Bungur, sehingga pelajar yang pergi-pulang bersekolah tidak menaiki perahu lagi.

"Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” kata Ela Siti Nuryamah melalui rilis kepada insan pers saat meninjau lokasi Sungai Way Bungur di Desa Kali Pasir Kecamatan Way Bungur Lampung Timur, Minggu 2 Februari 2026.

Tinjauan bupati ini sekaligus menanggapi viralnya video pelajar dan warga yang menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. 

Bupati Ela mengatakan, Jembatan Gantung Merah Putih akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah melakukan koordinasi dan dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.

“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” jelasnya.

Bupati juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sesungguhnya telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui skema bantuan presiden. Namun hingga saat ini, pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Untuk pembangunan jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur baru mampu mengalokasikan sekitar Rp18,99 miliar atau hampir Rp19 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Bupati Ela menegaskan penanganan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dalam solusi jangka panjang.

“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya.

Ia menambahkan, derasnya arus sungai kerap menyebabkan tanggul longsor sehingga banjir berulang. Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen nantinya harus didahului dengan penyusunan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi benar-benar aman dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....