Punggahan di Lampung: Tradisi Hangat Menyambut Ramadan
- 01 Feb 2026 22:09 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat di berbagai daerah Indonesia punya beragam tradisi untuk menyambutnya dengan penuh makna. Salah satu yang terkenal di Lampung adalah Punggahan, sebuah tradisi berkumpul bersama guna mempererat silaturahmi dan mempersiapkan diri secara batiniah memasuki bulan puasa. Tradisi ini juga dikenal luas dalam budaya Islam Nusantara sebagai bentuk kegembiraan menyambut Ramadan.
Di Lampung, seperti yang masih dijaga oleh warga Dusun Simbaringin, Desa Sidosari, tradisi Punggahan biasanya digelar sehari sebelum Ramadan tiba. Warga membawa makanan dari rumah masing‑masing, lalu berkumpul di masjid atau tempat ibadah untuk makan bersama, membaca doa, serta saling bersilaturahmi. Kegiatan ini menjadi sarana saling memaafkan dan menyucikan hati sebelum memasuki bulan suci.
Asal kata Punggahan sendiri berasal dari bahasa Jawa munggah yang berarti “naik”, menggambarkan harapan agar keimanan dan ketakwaan umat Muslim naik atau meningkat saat memasuki bulan Ramadan yang mulia. Tradisi ini bukan sekadar makan bersama, tetapi mengandung nilai syukur atas kesempatan berpuasa dan kesempatan memperbaiki diri.
Runutan acara Punggahan di Lampung bisa berbeda di setiap wilayah. Di beberapa kampung, warga mengisi malam Punggahan dengan pembacaan tahlil, doa untuk keluarga yang telah meninggal, pembagian makanan kepada tetangga, sampai ritual membawa air yang kelak digunakan untuk ziarah kubur sebelum puasa dimulai. Semua itu dilakukan secara gotong‑royong dan penuh kebersamaan.
Tradisi Punggahan di Lampung menunjukkan bagaimana kearifan lokal dan nilai keagamaan berpadu, menjadikan sambutan Ramadan tidak hanya bersifat ritual tetapi juga menguatkan hubungan sosial dan spiritual antarwarga. Dengan cara ini, masyarakat berharap bisa memasuki bulan puasa dengan hati yang bersih dan niat yang tulus untuk meningkatkan amal ibadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....