Mekanisasi Pertanian Dorong Efisiensi Lahan di Pardasuka

  • 31 Jan 2026 14:00 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mendorong penerapan mekanisasi pertanian dalam program konsolidasi lahan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian. Upaya tersebut salah satunya terlihat di Kecamatan Pardasuka, di mana pengolahan lahan hingga panen dilakukan dengan dukungan mesin pertanian

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka sekaligus memimpin Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Lahan Pertanian yang digelar di Balai Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Sabtu 31 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri kepala perangkat daerah terkait, unsur kecamatan dan pekon, serta gabungan kelompok tani setempat.

Dalam arahannya, bupati menjelaskan konsolidasi lahan pertanian merupakan strategi pengelolaan dengan mengintegrasikan lahan-lahan kecil agar menjadi lebih luas dan efisien. Melalui skema tersebut, proses produksi pertanian diharapkan dapat berjalan lebih efektif, biaya produksi ditekan, serta hasil panen meningkat.

Di Kabupaten Pringsewu, konsolidasi lahan pertanian telah dilaksanakan oleh UPJA Karya Mandiri. Khusus di Kecamatan Pardasuka, panen padi dilakukan menggunakan combine harvester. Luasan lahan yang terkonsolidasi meliputi Pekon Pujodadi seluas 100 hektar, Pekon Wargomulyo 40 hektar, dan Pekon Sukorejo 35 hektar.

Selain panen, pengolahan lahan juga didukung penggunaan traktor roda empat (TR4). Konsolidasi olah tanah di Pekon Pujodadi tercatat seluas 50 hektar, termasuk 16 hektar lahan tanah bengkok.

Menurut bupati, keberhasilan konsolidasi lahan tersebut tidak terlepas dari penerapan mekanisasi pertanian. Penggunaan mesin dan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, serta menekan biaya produksi petani.

“Kegiatan konsolidasi yang dilakukan UPJA Karya Mandiri ini dapat berjalan baik karena didukung mekanisasi pertanian, yakni penggunaan mesin dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mengurangi ketergantungan tenaga kerja manual, serta menekan biaya produksi,” kata Riyanto.

Ia berharap kelompok tani dan pelaku usaha pertanian dapat memaksimalkan program konsolidasi lahan berbasis mekanisasi agar produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani di Kabupaten Pringsewu semakin membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....