Pertanian Jagung Jadi Alternatif Usaha Petani Lokal Daerah
- 18 Jan 2026 20:20 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Upaya mendorong budidaya jagung terus dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan daerah. Tantangan utama saat ini terletak pada perubahan kebiasaan petani yang selama ini bergantung pada komoditas singkong sebagai tanaman utama.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Elvira Umihanni, menjelaskan peralihan pola tanam membutuhkan proses bertahap. Kondisi lahan, ketersediaan air, serta kebiasaan petani menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program perluasan jagung.
“Petani kita sejak dulu terbiasa menanam singkong, sehingga perlu pelatihan agar mampu beralih ke budidaya jagung,” ujar Elvira Umihanni, Minggu, 18 Januari 2026.
Pemerintah daerah telah menggandeng Balai Pelatihan Pertanian untuk meningkatkan kemampuan penyuluh dan petani. Pelatihan ini difokuskan pada teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga peningkatan produktivitas jagung di lapangan.
Di sisi lain, petani jagung Ardi Bayu Pratama menyoroti pentingnya efisiensi biaya produksi. Ia menilai harga jagung saat ini cukup menguntungkan, namun beban biaya pupuk dan perawatan masih menjadi tantangan.
“Kalau biaya perawatan bisa ditekan, hasil yang didapat petani tentu lebih maksimal,” ucap Ardi Bayu Pratama.
Perubahan pola tanam menuju jagung diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Pemerintah optimistis kolaborasi pelatihan dan pendampingan akan mempercepat transformasi pertanian daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....