Sejarah Kelahiran Kota Metro dari Desa Trimurjo

  • 05 Des 2025 16:37 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung: Sejarah berdirinya Kota Metro berawal dari pembangunan sebuah induk desa baru bernama Trimurjo, yang dirancang oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai permukiman bagi para kolonis. Desa ini dipilih menjadi pusat pemukiman baru karena dianggap memiliki kondisi geografis yang strategis dan cocok untuk perkembangan wilayah.

Kedatangan rombongan kolonis pertama terjadi pada Sabtu, 4 April 1936. Setibanya mereka di wilayah yang saat itu masih berupa hutan belantara, pemerintah kolonial telah menyiapkan bedeng-bedeng sebagai tempat tinggal sementara. Lokasi bedeng tersebut kini dikenal berada di sekitar kantor PLN atau di belakang Masjid Taqwa Metro.

Tiga hari setelah kedatangan, tepatnya Selasa, 7 April 1936, para kolonis mulai menerima pembagian tanah pekarangan. Usai mendapatkan lahan, mereka segera menebang pohon-pohon besar yang memenuhi wilayah tersebut untuk membangun rumah dan membuka lahan pertanian. Aktivitas ini menjadi tonggak awal terbentuknya pemukiman baru di kawasan Trimurjo.

Seiring berjalannya waktu, Desa Trimurjo berkembang pesat. Jumlah penduduk kolonis semakin bertambah, jaringan transportasi mulai terbuka, dan berbagai kegiatan perekonomian mulai tumbuh. Pemerintah Hindia Belanda menata wilayah baru tersebut secara terencana, termasuk penempatan kawasan perumahan, perkantoran, lapangan, pasar, serta lahan pertanian. Penataan ini kelak menjadi dasar keserasian tata ruang Kota Metro yang masih dapat dirasakan hingga kini.

Pada periode 1936 hingga 1940, aktivitas kolonis yang membuka hutan belantara, membangun infrastruktur awal, serta mengawali kegiatan pemerintahan dan perekonomian menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya Metro sebagai kota yang maju dan teratur. Proses panjang tersebut menandai lahirnya Kota Metro yang kini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan di Provinsi Lampung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....