Menteri Wihaji Dorong Pembentukan Tempat Pengasuhan Anak

  • 25 Sep 2025 17:44 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Metro: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, mendorong lebih banyak lagi tempat pengasuhan anak lewat program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Program ini dinilai sebagai solusi konkret bagi para orang tua, terutama ibu yang bekerja, yang kerap dihadapkan pada dilema antara mengasuh anak dan mempertahankan pekerjaan.

Hal itu disampaikan Menteri Wihaji saat meninjau fasilitas pengasuhan anak di Yayasan Al Fatih, Kota Metro, Lampung, Kamis (25/9/2025).

"Tamasya ini jawaban atas beberapa hal yang berkenaan dengan tenaga kerja khususnya orang tua. Ada beberapa yang dalam tanda petik mohon maaf terganggu kinerjanya karena setelah punya anak, maka ini jawabannya," kata Wihaji.

Program ini, menurut Wihaji, juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjawab tantangan sosial. Saat ini, sudah tercatat 3.143 unit Tamasya yang tersebar di seluruh Indonesia, hasil kolaborasi antara pemerintah, swasta, korporasi, dan BUMN.

Wihaji juga menyampaikan latar belakang hadirnya program ini juga untuk menjawab atas fenomena Childfree.

"Ada 71.000 perempuan Indonesia ingin Childfree. Menikah tapi tidak ingin punya anak-anak. Kenapa? Mereka takut, takut harus berhenti kerja, takut menyusahkan orang tuanya. Dari fenomena itulah saya memberikan jawaban, ini bagian dari cara pemerintah hadir," ujarnya.

Dalam menjawab tantangan ini, Kemendukbangga/BKKBN bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong korporasi, terutama di sektor sawit agar mendirikan fasilitas Tamasya di lingkungan kerja mereka.

"Korporasinya dalam hal ini jangan hanya memanfaatkan orang tuanya untuk bekerja, tetapi anaknya juga diperhatikan untuk masa depan. Jadi intinya memastikan supaya anak-anak sebagai generasi penerus," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....