Mengenal Pohon Gondang yang Kini Mulai Langka
- 18 Mei 2025 05:22 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Pohon Gondang dikenal dengan sebutan sebagai Kondang atau dalam bahasa Sunda, adalah salah satu kekayaan hayati Nusantara yang mulai sulit ditemukan. Gondang atau Ara batang merah (Red-Stem Fig) atau tanaman yang bernama Ilmiah Ficus variegata adalah pohon dari marga Ficus dan dari Family Moraceae berukuran sedang sampai besar dan bisa tumbuh setinggi 7 - 38 meter. Diameter batang bisa mencapai 110cm dengan papan penopang setinggi 5 meter. Pohon Gondang selalu hijau saat muda tetapi menjadi gugur sebentar seiring bertambahnya usia.
Pohon Gondang dipanen dari alam liar untuk penggunaan lokal sebagai makanan, obat dan sumber kayu dan lilin. Lilin dijual di pasar lokal. Pohon Gondang tersebar luas di kawasan Asia - China, Jepang, India, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, hingga New Guinea, Australia, dan hingga Kepulauan Solomon.
Pohon ini dikenal dengan nama ilmiah Ficus variegata, dan Ia termasuk dalam keluarga ara-araan (Moraceae) tumbuh menjulang tinggi, mencapai 15 hingga 30 meter. Pohon Gondang memiliki akar tunggang yang kuat dan batang bulat dengan permukaan kasar berwarna hijau kecokelatan.
Daunnya lonjong, berwarna hijau, meruncing di bagian ujungnya. Selain penampilannya yang kokoh dan rindang, pohon ini juga menyimpan berbagai manfaat secara ekologis maupun bagi kehidupan manusia.Secara ekologis, Gondang berperan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Buahnya menjadi sumber makanan bagi berbagai jenis burung, kelelawar, dan mamalia lainnya,
Di beberapa daerah, bagian-bagian dari pohon Gondang juga dimanfaatkan sebagai sarana pengobatan tradisional. Sayangnya, seiring dengan pesatnya alih fungsi lahan dan minimnya kesadaran pelestarian, keberadaan pohon Gondang kini mulai terancam.
Pohon yang dulunya mudah ditemukan di hutan-hutan tropis dan pinggiran sungai kini mulai langka. Melestarikan Gondang bukan hanya soal menjaga satu jenis pohon, tapi juga tentang mempertahankan keseimbangan ekosistem yang lebih luas. Menanam kembali Gondang di kawasan konservasi, hutan kota, atau bahkan pekarangan rumah bisa menjadi langkah kecil yang berarti bagi masa depan lingkungan kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....