Tradisi Arak-Arakan Pengantin di Lampung
- 29 Apr 2025 17:01 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Lampung: Provinsi Lampung memiliki beragam tradisi dan budaya yang kaya. Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah tradisi dalam menyambut dan mengiringi kedatangan pengantin, khususnya dalam adat Saibatin.
Dalam prosesi arak-arakan pengantin adat Saibatin, terdapat susunan komponen yang penting dan teratur. Arak-arakan ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada pasangan pengantin, tetapi juga bertujuan untuk memperkenalkan mereka kepada masyarakat luas serta menjaga kelestarian budaya agar tidak punah seiring perkembangan zaman.
Dalam arak-arakan, barisan pertama adalah silat. Para pesilat bertugas sebagai pengamanan utama yang menjaga pengantin pria (raja) selama perjalanan berlangsung.
Barisan selanjutnya adalah rudat, yang biasanya terdiri dari 8 hingga 10 orang, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka berperan sebagai pengiring dengan gerakan khas yang menjadi bagian dari seni pertunjukan dalam arak-arakan.
Kemudian, terdapat hulu balang, yaitu penjaga terdekat pengantin (raja). Mereka juga menjadi pertahanan terakhir apabila terjadi kekalahan dalam pertempuran simbolis antara musuh dan pasukan silat.
Di bagian tengah rombongan terdapat pasangan pengantin yang berada dalam tenda berbentuk segi empat yang disebut Alam Gemisekh. Tenda ini menjadi lambang bahwa pengantin adalah Raja dan Ratu yang harus dilindungi dan dihormati.
Arak-arakan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol penghormatan dan identitas budaya. Tradisi ini penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda agar kekayaan budaya Lampung tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....