Rycko Menoza, Sosok Pewaris Adat Budaya Lampung
- 27 Jan 2025 16:17 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung: Ketua Umum Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL), Rycko Menoza SZP, kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan adat dan budaya Lampung.
Rycko Menoza, yang juga menyandang gelar Sutan Ratu Kacamarga, telah lama dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan pelestarian adat dan budaya Lampung.
Dalam berbagai kesempatan, Rycko. menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.
Rycko yang juga kader partai Golkar Lampung dipercaya menjalankan amanah sebagai legislator Daerah Pemilihan Lampung 1, dan pernah menjabat Bupati Lampung Selatan periode 2010-2015.
Dia juga dikenal aktif dibeberapa organisasi, diantaranya Ketua KNPI, Ketua Pemuda Pancasila Lampung sampai sekarang, dan beberapa organisasi olahraga lain juga seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI).
Rycko yang kini duduk sebagai anggota Komisi VII DPR RI, juga menyoroti pentingnya pembangunan kawasan Kota Baru sebagai simbol kebangkitan budaya Lampung.
“Kita, masyarakat adat, telah lama menantikan rumah adat ini. Dengan dukungan Bapak Samsudin, kami optimis hal ini akan segera terwujud,” ujar Rycko, melalui keterangan yang diterima RRI.co.id, Senin (27/1/2025).
Sebagai pewaris tradisi adat Lampung, Rycko Menoza, berupaya membawa MPAL menjadi lembaga yang relevan di era modern.
Salah satu langkah strategisnya adalah mengintegrasikan adat dan budaya dalam program pembangunan daerah.
“Budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga fondasi yang memperkuat identitas masyarakat. Kami di MPAL berkomitmen untuk menjadikan adat Lampung sebagai bagian integral dari pembangunan, baik secara fisik maupun sosial,” kata Rycko.
| Baca juga: Rycko Menoza Dorong Revitalisasi Sekolah |
Sebagai Legislator DPR RI Komisi VII, budaya adat khususnya adat Lampung ini, lanjut Rycko bisa dikaitkan dengan peningkatan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.
"Saya hari ini ditugaskan di Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan kementerian Pariwisata. Di situ berkembang, tidak hanya tunggal di pariwisata saja, bisa dikaitkan dengan ekonomi kreatif, UMKM, ini kan penggerak roda perekonomian masyarakat," ucapnya.
Rycko berharap, pariwisata yang menjadi idola di Lampung melalui pengenalan adat budaya Lampung dapat dikembangkan dan dapat dikenal agar dapat menarik wisatawan baik lokal, nasional, maupun mancanegara.
"Saya mengajak generasi muda untuk aktif melestarikan tradisi. Partisipasi kaum muda sangat penting agar adat Lampung tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang," kata Rycko lagi.
Salah satu visi besar Rycko adalah menjadikan Kota Baru sebagai pusat kebudayaan dan adat Lampung.
Dalam beberapa audiensi dengan Pj. Gubernur Lampung Samsudin, ia menyampaikan rencana pembangunan rumah adat sebagai simbol keberlanjutan tradisi.
“Rumah adat adalah jantung budaya kita. Dengan keberadaan rumah adat di Kota Baru, kami berharap masyarakat adat memiliki ruang untuk berkumpul, merumuskan ide, dan memperkuat nilai-nilai Lampung,” ujarnya.
Komitmennya untuk memadukan pembangunan dengan pelestarian budaya menjadikan dirinya figur sentral dalam upaya menjaga identitas Lampung.
Dengan visi dan dedikasinya, Rycko Menoza SZP tak hanya menjadi pewaris adat, tetapi juga pemimpin yang menginspirasi perubahan.
Di bawah kepemimpinannya, MPAL diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa melupakan akar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....