Sasar Ribuan Penerima, Pringsewu Luncurkan Makan Bergizi Gratis
- 06 Jan 2025 12:33 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Pringsewu: Program pembagian makanan gratis dari pemerintah mulai direalisasikan di Kabupaten Pringsewu, Senin (6/1/2025). Kegiatan ini melibatkan berbagai jenjang pendidikan, dari tingkat TK hingga SMA, serta kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui.
Program yang menjadi bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini menyasar total 3.041 penerima manfaat di Kabupaten Pringsewu.
Berdasarkan pantauan di SD Negeri Pringsewu Selatan distribusi makan gratis dimulai pukul 8.30 WIB sedangkan di SMP Negeri 1 Pringsewu, distribusi makanan gratis dimulai pada pukul 10.45 WIB.
Nampak makanan diangkut menggunakan mobil box bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Pelayanan Gizi Nasional RI. Para siswa menerima nasi kotak bekal berwarna unggu hingga biru yang langsung dibagikan di halaman sekolah.
Kepala SMP Negeri Pringsewu enggan memberikan pernyataan lebih lanjut terkait pelaksanaan program ini, mengarahkan media untuk menunggu keterangan resmi dari pemerintah pusat.
Berdasarkan informasi yang diterima, ada 164 penerima di SD Negeri 2 Pringsewu, dan 372 penerima di SMP Negeri 1 Pringsewu, pembagian makanan juga dilakukan di beberapa sekolah lain, seperti SMP Negeri 3 Pringsewu dengan 539 penerima, SMA Negeri 1 Pringsewu dengan 1.061 penerima, dan SD N 1 Pringsewu Barat dengan 198 penerima.
Lalu SMP Islam Al Mualim Pringsewu 103 penerima, SMP Nurul Huda 97 penerima, SMP Al Fajar Pringsewu 85 penerima, MTS Khimatulumah 87 penerima, SMKS Budi Utomo 104 penerima, TK Dharma Wanita Pringsewu 35 penerima, dan TK IT Tazkia Pringsewu 11 penerima.
Kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui juga menjadi bagian dari penerima manfaat, masing-masing berjumlah 50 dan 59 orang. Proses distribusi berjalan lancar dan tertib. Antusiasme siswa terlihat saat menerima makanan gratis ini.
Meski program ini sudah berjalan, pihak terkait masih enggan memberikan pernyataan lebih lanjut.
“Kami hanya menjalankan tugas distribusi, untuk statemen resmi kami tidak berwenang,” ujar salah seorang petugas distribusi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....