Mengenal Kukur atau Kokokh, Alat Parut Kelapa Tradisional

  • 29 Des 2024 09:22 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung: Produk masakan dan kuliner Lampung, seperti gulai taboh dan pekhos pati, merupakan salah satu masakan khas Lampung yang menggunakan santan kelapa. Untuk mendapatkan santan kelapa yang gurih, masyarakat kampung atau pekon di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, masih menggunakan alat kukur tradisional, yakni kokokh.


Kukuran atau kokokh adalah alat tradisional yang digunakan untuk memarut kelapa. Kokokh memiliki mata gerigi dari besi baja yang berfungsi untuk mengerok daging kelapa dari batoknya. Bentuk alat ini memiliki ukuran panjang 1 meter hingga 2 meter, sedangkan mata pisau kokokh dipasang di ujungnya. Saat digunakan, batang kayu menjadi tempat duduk, kedua tangan memegang kelapa yang sudah dibelah dua, setelah itu kelapa tersebut dikerok ke mata kokokh.


Penggunaan alat tradisional ini sudah dilakukan oleh masyarakat sejak lama. Namun, keberadaan alat ini sudah mulai langka dan hanya bisa ditemukan di kampung-kampung atau pekon-pekon.


Salah seorang pemilik kokokh, Minan Bidah, warga Semaka, mengungkapkan bahwa untuk memasak gulai taboh, dirinya lebih memilih untuk mengukur kelapa dengan kokokh karena dipercaya hasil santannya lebih gurih. Keuntungan lainnya, batok kelapanya masih bisa digunakan untuk membakar atau memanggang ikan. Batok kelapa tersebut juga bisa dikumpulkan hingga banyak, untuk kemudian digunakan dalam tradisi mamalaman saat bulan Ramadan.


Minan Bidah pun berharap agar mengukur kelapa dengan kokokh ini jangan sampai hilang, karena selain bisa menambah pendapatan bagi pengrajin kokokh, juga dapat menjadi bentuk pelestarian budaya, meskipun di tengah gempuran teknologi canggih.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....