Tekan Angka Putus Sekolah dengan Program Bantuan dan Beasiswa

  • 09 Okt 2024 11:07 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Pesawaran: Untuk menekan angka putus sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran meluncurkan sejumlah program bantuan dan beasiswa.

Kepala Disdikbud Pesawaran, Anca Martha Utama, menyatakan program-program ini ditujukan bagi siswa kurang mampu dan siswa berprestasi di tingkat SD dan SMP.

Selain memberikan bantuan perlengkapan sekolah, kami juga menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi dan mereka yang membutuhkan, bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti SMA Kebangsaan dan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Lampung (UNILA), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), serta UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL).

"Disdikbud Pesawaran juga menyelenggarakan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah. Program ini memungkinkan mereka untuk melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah yang setara," ujarnya ketika diwawancarai, Rabu (9/10/2024).

Selain bantuan pendidikan, peningkatan infrastruktur di daerah terpencil juga menjadi prioritas.

Menurut Anca, kondisi geografis Pesawaran yang mencakup wilayah pesisir dan pegunungan menjadi tantangan besar dalam menyelenggarakan pendidikan yang merata. Infrastruktur pendidikan di beberapa wilayah masih kurang memadai, dan jumlah tenaga pengajar yang kompeten juga masih terbatas.

Untuk mengatasi masalah ini, Disdikbud bekerja sama dengan Balai Guru Penggerak (BGP) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dalam melaksanakan pelatihan bagi guru. Pelatihan ini, yang didanai APBN, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pengajar.

Disdikbud juga berupaya memanfaatkan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan mengajukan tambahan formasi tenaga pengajar sesuai kebutuhan.

Dalam upaya pencegahan putus sekolah, Disdikbud Pesawaran memberikan bantuan Bina Muda berupa perlengkapan sekolah bagi 730 siswa SD dan 530 siswa SMP yang rentan putus sekolah. Selain itu, penguatan pendidikan nonformal juga menjadi fokus utama.

"Kami juga mendorong sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mengatasi masalah putus sekolah ini," katanya.

Salah satu langkah yang diambil adalah validasi data siswa secara berkala dan peningkatan sarana dan prasarana sekolah.

Disdikbud Pesawaran berencana terus berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan ramah anak.

Anca optimistis bahwa dengan program-program yang telah dan akan dijalankan, angka putus sekolah di Pesawaran dapat ditekan secara signifikan.

"Kami berharap semua anak dapat menikmati hak mereka untuk mendapatkan pendidikan," ucapnya.

Berdasarkan Data Neraca Pendidikan Daerah (NPD) menunjukkan angka putus sekolah di Kabupaten Pesawaran mengalami fluktuasi selama lima tahun terakhir.

Pada 2019, jumlah siswa putus sekolah di jenjang SMK mencapai 64 siswa, namun turun drastis pada 2020 menjadi 8 siswa. Tren ini kembali berubah pada 2022, dengan kenaikan angka putus sekolah di jenjang SD menjadi 64 siswa.

Beberapa faktor yang mempengaruhi angka putus sekolah di Pesawaran adalah kemiskinan, masalah keluarga, hingga pernikahan dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....