Pengamatan Hilal Awal Ramadhan Diprediksi Sulit Terlihat
- 09 Mar 2024 13:32 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung : Pengamatan hilal awal Ramadhan 1445 Hijriah di Lampung diprediksi sulit terlihat.
Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Dr. Moedji Raharto.
Dia mengatakan, penanggalan awal bulan Hijriah ditandai dengan terlihatnya (atau terhitung dapat terlihatnya) bulan sabit muda (hilal) pada saat matahari tenggelam pada tanggal 29 bulan Hijriah.
Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal atau terhitung tidak mungkin teramati, maka tanggal pada bulan Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.
"Hilal kali ini akan sangat sulit untuk diamati, dan di bawah kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS (ketinggian bulan 3 derajat, elongasi 6,4 derajat)," kata Dr. Moedji Raharto dalam keterangannya, Sabtu (9/3/2024).
Dia menjelaskan, meski sulit terlihat, OAIL Itera tetap akan melakukan pengamatan untuk mengkonfirmasi apakah hilal dapat dilihat atau tidak.
Menurutnya, dengan ketinggian hilal yang rendah dan di bawah kriteria visibilitas hilal, kemungkinan ada perbedaan awal Ramadhan cukup besar.
"Hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh OAIL, baik hilal dapat terlihat maupun tidak, akan dilaporkan ke Kementerian Agama untuk digunakan sebagai pertimbangan penentuan awal bulan Ramadhan 1445 melalui sidang isbat," ujarnya.
Itera akan melakukan pengamatan hilal awal Ramadhan pada Minggu (10/3/2024) besok. Pengamatan akan dilaksanakan di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS) Taman Alat MKG Itera, menggunakan teleskop robotik canggih bernama OZT ALTS.
OAIL juga membuka pengamatan untuk umum, bagi masyarakat yang berminat untuk hadir, dapat mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/hilal-ramadhan-1445h-itera untuk mendaftar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....