Leppot, Hidangan Khas Masyarakat Tanggamus Saat Lebaran
- 16 Mar 2026 13:17 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID,Bandar Lampung-Masyarakat di Kabupaten Tanggamus memiliki beragam tradisi kuliner yang terus dijaga hingga kini, terutama saat perayaan Idul Fitri. Salah satu hidangan khas yang selalu hadir di tengah keluarga adalah Leppot, makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dibungkus menggunakan daun enau.
Pembuatan Leppot biasanya dilakukan beberapa hari menjelang Lebaran. Para ibu rumah tangga bersama anggota keluarga berkumpul untuk menyiapkan bahan dan membungkus adonan ketan dengan daun enau. Tradisi ini tidak hanya sekadar membuat makanan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.
Seorang warga Pekon Waykerap Kecamatan Semaka bernama Suharni,mengatakan bahwa Ia dan Keluarganya selalu membuat leppot ini menjelang perayaan Idul Fitri,sebagai menu turun temurun.
"Saya dan keluarga rajin membuat Leppot ini,karna leppot ini merupakan salah satu menu turun temurun saat lebaran.Membuatnya pun gampang,dimakanpun enak.Semua anggota keluarga sangat suka leppot ini,apalagi dihidangkan dengan rendang atau tape ketan,"ujar Suharni.
Leppot dibuat dari beras ketan yang dibungkus rapi dengan daun enau dan diikat menggunakan lidi dari daun enau tersebut.Setelah selesai dibungkus,lalu direndam lebih kurang 3 jam,tujuannya agar leppotnya nanti pulen, lalu direbus hingga matang. Aroma khas dari daun enau memberikan keharuman tersendiri pada kue tradisional ini.
Saat hari Lebaran tiba, kue Leppot biasanya disajikan sebagai hidangan pendamping saat bersilaturahmi dengan keluarga dan tamu yang datang berkunjung. Makanan ini sering dinikmati bersama hidangan lain, seperti rendang,tape ketan atau sambal khas daerah.
Bagi masyarakat Tanggamus, Leppot bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Melalui tradisi membuat leppot ini, nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap kuliner tradisional tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. Leppot ini selain dibuat saat hari Raya Idul Fitri, juga dibuat saat acara adat seperti tayuhan balak.Kue ini termasuk kue istimewa karna kue ini masuk dalam kategori buak tuha ( Kue tua),dibuat saat ada yang hajatan yang melibatkan acara adat.
Leppot biasanya paling nikmat dimakan bersama masakan rendang atau lauk berkuah santan yang gurih. Tekstur ketan yang pulen dan rasa gurih dari daun enau sangat cocok dipadukan dengan rendang yang kaya bumbu.
Selain rendang, kue Leppot juga sering disantap bersama beberapa lauk lain seperti:
- Gulai ayam
- Sambal goreng kentang
- Serundeng kelapa
- Ikan balado
Perpaduan rasa gurih dari ketan dan kuatnya bumbu lauk membuat kue Leppot menjadi hidangan khas yang sangat dinantikan masyarakat di Kabupaten Tanggamus saat perayaan Idul Fitri. Bahkan bagi sebagian keluarga, menikmati Leppot dengan rendang sudah menjadi tradisi turun-temurun saat Lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....