Ramadan dan Cahaya Al-Qur’an di Setiap Hurufnya

  • 02 Mar 2026 13:27 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda bagi umat Islam. Di bulan inilah Al-Qur’an terasa begitu dekat, seolah setiap ayatnya turun menyapa hati yang rindu petunjuk. Tidak berlebihan jika Ramadan disebut sebagai bulan Al-Qur’an, karena pada bulan inilah kitab suci itu diturunkan sebagai pedoman hidup manusia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” Ayat ini menegaskan kemuliaan Ramadan sekaligus kemuliaan Al-Qur’an yang menjadi cahaya dalam kehidupan.

Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang berlipat ganda. Setiap huruf yang dilafalkan bernilai pahala, dan di bulan suci ini, pahala tersebut dilipatgandakan oleh Allah SWT. Momentum Ramadan menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbanyak tilawah, memperbaiki bacaan, sekaligus merenungi maknanya. Tradisi tadarus yang hidup di masjid-masjid hingga rumah-rumah bukan sekadar kebiasaan, melainkan wujud kecintaan kepada kitab suci yang diturunkan di bulan penuh berkah.

Selain itu, Al-Qur’an menjadi sumber ketenangan jiwa. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan, lantunan ayat suci mampu menenteramkan hati yang gelisah. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Membaca Al-Qur’an termasuk bagian dari mengingat Allah, sehingga tidak heran jika banyak orang merasakan kedamaian yang mendalam saat memperbanyak tilawah di bulan Ramadan.

Ramadan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan Al-Qur’an, bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkannya. Allah SWT menegaskan dalam Surah Shad ayat 29 bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang penuh berkah agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran darinya. Artinya, keutamaan membaca Al-Qur’an tidak berhenti pada lantunan di lisan, tetapi berlanjut pada penghayatan dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Ramadan adalah waktu terbaik untuk kembali bersahabat dengan Al-Qur’an. Setiap ayat yang dibaca menjadi cahaya, setiap huruf yang dilantunkan menjadi tabungan pahala, dan setiap makna yang direnungi menjadi bekal kehidupan. Di bulan yang penuh ampunan ini, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan dalam sikap, ucapan, dan perbuatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....