Mokel, Istilah yang Viral di Bulan Puasa
- 24 Feb 2026 22:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Setiap memasuki bulan suci Ramadan, berbagai istilah unik kerap bermunculan di media sosial. Salah satu yang kembali viral dalam beberapa tahun terakhir adalah istilah “mokel.” Kata ini ramai diperbincangkan, khususnya di kalangan anak muda, dan sering muncul dalam percakapan santai maupun unggahan konten digital selama bulan puasa.
Apa Itu Mokel?
Secara sederhana, mokel adalah istilah tidak resmi yang merujuk pada tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya tanpa alasan yang dibenarkan secara agama. Istilah ini populer di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa Timur, dan kemudian menyebar luas lewat media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X.
Biasanya, kata mokel digunakan dalam konteks bercanda. Misalnya, seseorang yang terlihat makan atau minum secara sembunyi-sembunyi di siang hari saat Ramadan sering disebut sedang “mokel.”
Asal-Usul dan Penyebaran Istilah
Meski tidak memiliki definisi resmi dalam kamus bahasa Indonesia, mokel diyakini berasal dari bahasa daerah yang kemudian mengalami pergeseran makna di kalangan generasi muda. Perkembangannya semakin pesat sejak era media sosial, ketika istilah-istilah lokal mudah menjadi viral secara nasional.
| Baca juga: Cara Atur Keuangan Bijak Selama Ramadan |
Konten kreator pun ikut mempopulerkan istilah ini melalui video komedi, meme, hingga cerita pengalaman pribadi saat berpuasa. Tak jarang, istilah mokel dipakai untuk menggambarkan godaan saat melihat makanan atau minuman segar di siang hari.
Antara Candaan dan Nilai Religius
Walau sering dipakai dalam konteks humor, fenomena mokel tetap berkaitan dengan ibadah puasa yang merupakan kewajiban umat Islam selama Ramadan. Dalam ajaran Islam, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran serta pengendalian diri.
Karena itu, sebagian kalangan mengingatkan agar penggunaan istilah mokel tidak sampai meremehkan makna ibadah puasa. Di sisi lain, ada juga yang melihatnya sebagai bentuk ekspresi budaya populer yang wajar selama tidak menyinggung atau merugikan pihak lain.
Fenomena Sosial di Era Digital
Viralnya istilah mokel menunjukkan bagaimana bahasa terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Media sosial berperan besar dalam membentuk tren bahasa baru, termasuk istilah yang hanya ramai pada momen tertentu seperti bulan Ramadan.
Fenomena ini juga mencerminkan cara generasi muda mengemas isu-isu keseharian—termasuk ibadah—dengan gaya yang lebih ringan dan komunikatif. Namun pada akhirnya, esensi Ramadan tetap kembali pada tujuan utamanya: meningkatkan ketakwaan dan memperkuat solidaritas sosial.
Mokel bukan sekadar istilah gaul yang viral saat Ramadan, tetapi juga bagian dari dinamika bahasa dan budaya populer di Indonesia. Meski kerap digunakan sebagai bahan candaan, penting untuk tetap menghormati nilai-nilai ibadah yang dijalankan selama bulan suci.
Di tengah derasnya tren media sosial, Ramadan tetap menjadi momentum refleksi diri—apakah kita mampu menahan diri dari sekadar godaan lapar dan haus, maupun dari godaan untuk “mokel.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....