Kondisi Tubuh saat Berpuasa

  • 24 Feb 2026 11:14 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Puasa tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki dampak tubuh yang signifikan secara kesehatan.

Pengaruhnya dalam kesehatan tubuh terutama dalam memberikan kesempatan bagi sistem internal tubuh untuk rejuvenasi atau memperbaiki diri.

Puasa bukan sekadar kegiatan menahan lapar dan haus, tetapi juga memicu berbagai perubahan penting dalam tubuh manusia.

Saat puasa, tubuh mulai melakukan autofagi, yaitu proses pembersihan internal dimana sel-sel tua yang rusak dibongkar dan didaur ulang. Proses ini penting untuk membantu menjaga kesehatan sel dan memperbaiki sistem metabolisme.

Selain itu, tubuh juga menyesuaikan sumber energinya. Setelah beberapa jam tidak makan, tubuh akan mulai membakar cadangan glukosa dan lemak. Proses ini merupakan bagian dari adaptasi tubuh untuk terus berfungsi meskipun tidak menerima asupan baru.

Perubahan lain yang terjadi termasuk efisiensi dalam penggunaan energi, pengaturan insulin yang lebih baik, dan peningkatan sensitivitas terhadap hormon yang membantu mengontrol rasa lapar. Aktivitas ini juga membantu menurunkan kadar peradangan dan mendukung mekanisme perbaikan sel tubuh.

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa perubahan fisiologis selama puasa bisa berbeda tergantung durasi puasa, kondisi kesehatan individu, dan pola makan sebelum serta sesudah puasa. Namun secara umum, puasa menyebabkan tubuh masuk ke dalam fase metabolik baru yang berfokus pada pemeliharaan dan pembersihan internal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....