Contoh Teks Kultum tentang Perintah Melaksanakan Puasa di Bulan Ramadan
- 24 Feb 2026 09:23 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk berkumpul dalam majelis yang insyaAllah diberkahi. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah salat Zuhur yang dirahmati Allah,
Salah satu ibadah agung yang diwajibkan atas umat Islam adalah puasa di bulan Ramadan. Kewajiban ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perintah langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an.
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini diawali dengan panggilan penuh kemuliaan, “Wahai orang-orang yang beriman.” Ini menunjukkan bahwa puasa adalah konsekuensi dari keimanan. Orang yang beriman akan berusaha taat ketika Allah memerintahkan sesuatu.
Kemudian Allah menegaskan, “kutiba ‘alaikumush-shiyām” yang berarti diwajibkan atas kalian berpuasa. Kata “kutiba” menunjukkan kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan tanpa uzur syar’i. Artinya, puasa Ramadan bukan pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap muslim yang baligh, berakal, dan mampu.
Pada ayat berikutnya, Allah menjelaskan lebih spesifik tentang Ramadan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
“Syahru Ramadhānal-ladzī unzila fīhil-Qur’ān…”
Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an…” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ramadan menjadi istimewa karena di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Maka puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Tujuan utama puasa telah disebutkan dalam ayat tadi, yaitu “la‘allakum tattaqūn” — agar kalian bertakwa. Puasa melatih kita mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, menahan amarah, dan memperbanyak amal saleh. Ketika seseorang mampu menahan diri dari yang halal di siang hari karena Allah, maka ia akan lebih mudah meninggalkan yang haram di luar Ramadan.
Puasa juga mengajarkan kejujuran. Tidak ada manusia yang benar-benar mengawasi kita ketika berpuasa, kecuali Allah. Maka ibadah ini membentuk integritas dan kesadaran bahwa Allah selalu melihat.
Semoga dengan memahami bahwa puasa adalah perintah langsung dari Allah dan sarana meraih takwa, kita semakin bersungguh-sungguh dalam menjalankannya, bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita kekuatan untuk menunaikan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari-Nya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....