Tradisi Berburu Takjil Semarakkan Suasana Ramadan

  • 20 Feb 2026 09:07 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Memasuki bulan suci Ramadan, tradisi berburu takjil kembali menjadi pemandangan yang akrab di berbagai daerah di Indonesia. Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat berbondong-bondong mendatangi pusat jajanan untuk membeli aneka makanan dan minuman ringan sebagai hidangan berbuka puasa.

Fenomena ini tidak hanya menjadi kebiasaan tahunan, tetapi juga bagian dari dinamika sosial yang mempererat kebersamaan.

Istilah “takjil” sendiri merujuk pada makanan atau minuman untuk membatalkan puasa, sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam untuk menyegerakan berbuka.

Di Indonesia, tradisi ini berkembang menjadi aktivitas berburu kuliner khas Ramadan, mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga jajanan pasar. Berbagai sudut kota dipenuhi pedagang musiman yang menawarkan menu khas dengan harga terjangkau.

Di sejumlah daerah di Bandarlampung, tradisi berburu takjil bahkan menjadi daya tarik tersendiri. Di beberapa titik, seperti di sepanjang Jalan Doktor Susilo, lapak-lapak berjejer rapi menghadirkan suasana semarak yang dinantikan warga setiap tahun. Tidak jarang, tradisi ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar warga.

Secara ekonomi, meningkatnya aktivitas jual beli takjil membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima. Momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk menambah pendapatan, terutama bagi mereka yang berjualan secara musiman. Pemerintah pun kerap menata lokasi berjualan agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Lebih dari sekadar membeli makanan, tradisi berburu takjil mencerminkan semangat kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut waktu berbuka. Aktivitas ini menjadi bagian dari warna khas Ramadan di Indonesia, memperkuat nilai sosial sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....