Manfaat Kurma bagi Ibu Menjelang dan Pasca Melahirkan

  • 19 Feb 2026 11:25 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah yang telah lama dikonsumsi masyarakat Timur Tengah dan dunia Islam, serta memiliki nilai historis, religius, dan ilmiah yang kuat. Dalam konteks kehamilan dan persalinan, kurma sering dikaitkan dengan dukungan nutrisi bagi ibu yang akan melahirkan maupun dalam masa pemulihan pasca persalinan.

Secara religius, Al-Qur’an secara eksplisit menyebut kurma dalam kisah Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Surah Maryam (19:23–25), ketika Maryam diperintahkan menggoyangkan pohon kurma saat hendak melahirkan Nabi Isa. Ayat tersebut secara implisit menunjukkan nilai kurma sebagai sumber energi dan penguat fisik pada saat persalinan, sebuah kondisi yang secara fisiologis membutuhkan asupan kalori dan dukungan metabolik yang cukup.

Secara ilmiah, kurma dikenal sebagai buah dengan kepadatan energi tinggi serta mengandung karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh. Selain itu, kurma kaya akan serat, kalium, magnesium, zat besi, dan antioksidan.

Kandungan zat besi dan folat berperan dalam mendukung pembentukan sel darah merah serta membantu mencegah anemia pada ibu hamil. Sementara itu, kalium dan magnesium berkontribusi terhadap fungsi otot dan keseimbangan elektrolit, yang penting dalam proses kontraksi uterus saat persalinan. Serat dalam kurma juga membantu mengurangi konstipasi, keluhan yang umum dialami selama kehamilan.

Sejumlah penelitian klinis modern menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi kurma pada akhir trimester ketiga dengan hasil persalinan yang lebih baik. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal terindeks di basis data PubMed melaporkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi sekitar enam butir kurma per hari selama empat minggu terakhir sebelum persalinan memiliki dilatasi serviks yang lebih baik saat masuk fase aktif persalinan serta angka persalinan spontan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.

Beberapa penelitian juga mencatat adanya penurunan kebutuhan induksi dengan oksitosin dan durasi fase laten yang lebih singkat, meskipun para peneliti menekankan bahwa kualitas bukti masih bervariasi dan memerlukan penelitian lebih besar untuk konfirmasi yang lebih kuat.

Pada masa pasca melahirkan, kurma berpotensi membantu pemulihan energi ibu yang terkuras selama proses persalinan. Kandungan gula alami memberikan suplai energi cepat, sementara mineral dan antioksidan mendukung proses regenerasi jaringan dan pemulihan otot uterus.

Beberapa studi awal juga mengindikasikan kemungkinan manfaat dalam membantu mengurangi perdarahan pasca persalinan melalui efek terhadap kontraksi rahim, walaupun temuan ini masih memerlukan kajian lanjutan. Bagi ibu menyusui, kandungan nutrisi kurma dapat berkontribusi terhadap kecukupan energi harian yang meningkat selama produksi ASI.

Secara keseluruhan, baik dari perspektif religius maupun ilmiah, kurma memiliki potensi manfaat yang relevan bagi ibu menjelang dan setelah melahirkan. Kisah dalam Al-Qur’an memberikan landasan spiritual dan historis, sementara penelitian modern mulai menjelaskan mekanisme biologis yang mungkin mendasarinya.

Namun demikian, konsumsi kurma tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan individu dan dianjurkan untuk dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama bagi ibu dengan kondisi seperti diabetes gestasional. Pendekatan yang seimbang antara nilai tradisi dan bukti ilmiah menjadi kunci dalam memanfaatkan kurma sebagai bagian dari pola makan sehat selama kehamilan dan masa nifas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....