Wamenpar Apresiasi Tradisi Blangikhan
- 18 Feb 2026 21:40 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Tengah: Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa mengapresiasi pelestarian tradisi masyarakat Lampung Blangikhan yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPP Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) di Sesat Agung Nuwo Balak, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu 18 Februari 2026.
Tradisi Blangikhan merupakan adat budaya Lampung yang dilaksanakan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan dari Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah menuju Sesat Agung Nuwo Balak untuk seremoni, kemudian dilanjutkan menuju lokasi prosesi tradisi.
Wamenpar Ni Luh Puspa menyebut, Blangikhan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Tradisi ini dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan sebagai simbol penyucian diri, baik lahir maupun batin, serta wujud persiapan spiritual dalam menyambut ibadah puasa,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna mendalam karena tidak hanya mempererat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama.
Ia menilai Blangikhan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya, terutama jika dikemas secara tepat agar inklusif dan menarik bagi wisatawan.
“Kita perlu mengemas tradisi ini secara lebih optimal agar semakin dikenal luas dan mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Tradisi ini sangat potensial menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya di Lampung,” ujarnya.
Wamenpar berharap tradisi tersebut terus terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua Umum DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, Ketua Umum MPAL Rycko Menoza SZP, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, serta unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Selain menonjolkan nilai sakral penyucian diri menjelang Ramadan, kegiatan juga melibatkan pelaku UMKM dan menyajikan kuliner khas Lampung sebagai bagian dari pengenalan potensi lokal.
Acara ditutup dengan prosesi pemandian muli mekhanai oleh Wagub Lampung, Wamenpar, Ketua MPAL, dan Plt. Bupati Lampung Tengah yang ditandai pemecahan kendi sebagai simbol dimulainya tradisi Blangikhan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....