Imbang 3-3, Aljazair dan Austria Lolos Bersama ke 16 Besar

  • 29 Jun 2026 14:36 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pertandingan antara Aljazair dan Austria di fase grup Piala Dunia 2026, Minggu 28 Juni 2026 berakhir dengan skor 3-3 yang mencengangkan sekaligus memantik kontroversi. Kedua tim melaju ke babak 32 besar, sementara Iran tersingkir dari turnamen.

Laga ini sontak mengingatkan publik sepak bola dunia pada "Disgrace of Gijon" — skandal Piala Dunia 1982 di Spanyol, ketika Jerman Barat dan Austria memainkan hasil imbang 1-0 yang menguntungkan keduanya dan menyingkirkan Aljazair. Kini, 44 tahun kemudian, ketiga negara yang sama kembali terlibat dalam situasi serupa.

Jalannya Pertandingan

Austria unggul lebih dulu melalui Marko Arnautovic pada menit ke-28. Aljazair menyamakan kedudukan lewat Rafik Belghali tepat di ujung babak pertama. Marcel Sabitzer kembali membawa Austria memimpin di menit ke-55, sebelum kapten Aljazair Riyad Mahrez menyamakan skor lima menit berselang.

Drama memuncak di injury time. Mahrez mencetak gol pada menit ke-93 yang sempat diprediksi akan menyingkirkan Austria dan meloloskan Iran. Namun dalam hitungan detik, Sasa Kalajdzic menanduk bola masuk gawang pada menit ke-96 untuk memastikan skor akhir 3-3 — dan mengamankan tiket lolos bagi kedua tim.

Tudingan Konspirasi

Suporter Iran dan sejumlah pengamat sepak bola langsung mempersoalkan jalannya pertandingan. Klip video yang beredar di media sosial memperlihatkan kedua tim tampak pasif saat skor 2-2, seolah tidak berupaya mencetak gol tambahan. Sebuah rekaman lain menunjukkan pemain Aljazair, Aissa Mandi, berbisik kepada Mahrez — yang oleh sebagian pihak ditafsirkan sebagai sinyal taktis terkait skenario lolos.

Beberapa fans menyebut pertandingan ini sebagai "yang paling terskenario yang pernah saya saksikan," bahkan ada yang menuntut FIFA turun tangan untuk menyelidiki.

Bantahan Keras Kedua Pelatih

Pelatih Austria, Ralf Rangnick, menolak tegas tudingan tersebut. Ia menyebut drama di 15 menit akhir sebagai bukti nyata bahwa tidak ada kesepakatan antara kedua tim.

"Dalam 40 tahun melatih, saya tidak pernah menyaksikan pertandingan dengan perjalanan sedramatis ini. Jika Alfred Hitchcock yang menulis skenario seperti ini, saya mungkin bilang dia sudah gila," ujar Rangnick.

Senada dengan itu, pelatih Aljazair Vladimir Petkovic menegaskan bahwa sepak bolaklah yang menjadi pemenang sejati malam itu.

"Skor 3-3 sudah berbicara segalanya. Saya sangat bahagia karena pada akhirnya, sepak bola yang menang," kata Petkovic.

Langkah Selanjutnya

Austria akan menghadapi Spanyol di babak 32 besar di Los Angeles pada Kamis, 3 Juli 2026, pukul 03.00 WIB. Sementara Aljazair bertemu Swiss di Vancouver pada Jumat, 4 Juli 2026, pukul 11.00 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....