Jersey Retro Piala Dunia: Nostalgia yang Dipakai Lagi
- 30 Apr 2026 21:31 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Hampir 40 klub pria profesional di dua divisi teratas La Liga Spanyol akan turun lapangan dengan seragam bernuansa retro. Seragam yang terinspirasi sejarah masing-masing klub ini menjadi pengantar manis menuju gelaran Piala Dunia terbesar sepanjang masa.
Sepuluh pekan lagi, 48 tim akan bertanding dalam 104 pertandingan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang ini bukan hanya yang terbesar, tetapi juga panggung komersial paling luas dalam olahraga ini. Menariknya, banyak pemain akan mengenakan perlengkapan bernuansa nostalgia. Adidas baru saja meluncurkan jersey tandang dengan "estetika 90-an" namun dirancang secara "modern dan kontemporer," lengkap dengan motif trefoil khas mereka untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade.
Masa lalu tidak lagi hanya dikoleksi, tetapi dikenakan, dibuat ulang, dan diimajinasikan ulang.
Menurut Alex Ireland, penulis "Pretty Poly: The History of the Football Shirt," kaos replika penggemar yang layak baru tersedia luas pada tahun 1970-an, dan baru pada tahun 90-an kaos tersebut menjadi umum dikenakan ke pub. Perubahan besar terjadi ketika Umbro merilis jersey tandang Inggris untuk Euro 96 yang dirancang agar serasi dengan jeans—sebuah pengakuan awal bahwa jersey hidup lebih lama di luar lapangan.
Sam Handy, Manajer Umum Sepak Bola Adidas, mengatakan, "Semua orang mengingat Piala Dunia pertama mereka. Jersey itu tertanam dalam struktur memori Anda—itulah rupa sepak bola."
Fenomena ini bahkan meluas hingga ke generasi yang tidak mengalami masa tersebut. Psikolog Clay Routledge menyebutnya "nostalgia historis," yaitu kerinduan terhadap era yang tidak pernah dihuni. Penelitiannya menemukan 68% generasi Z mengalaminya. Menurut Routledge, ini justru berorientasi masa depan: cara mengatasi ketidakpuasan masa kini dengan meraih sesuatu yang terasa lebih nyata.
Kritikus budaya Simon Reynolds menggambarkan kondisi ini sebagai "Retromania"—kita hidup dalam keadaan tanpa waktu di mana tahun 1994 dan 2026 eksis bersamaan di layar yang sama.
Kini, nostalgia itu dibayar mahal. Platform seperti Classic Football Shirts, Cult Kits, dan Vintage Football Shirts telah mengubah jaringan informal menjadi pasar global yang terpercaya. David Jones, salah satu pendiri Cult Kits, mengungkapkan 70% pembelinya membeli karena nostalgia, sementara sisanya melihat jersey sebagai mode.
Dari Dua Lipa yang difoto memakai jersey Brasil hingga Timothée Chalamet dengan jersey hijau terang Meksiko 94, bintang-bintang mulai mengenakan jersey lawas sebagai pernyataan mode yang otentik.
Musim panas ini, lingkaran nostalgia itu akan menutup di tanah Amerika. Gelandang tim nasional AS, Tyler Adams, menegaskan, "Saya ingin memiliki jersey yang 30 tahun lagi Anda lihat dan berkata, 'itu masih yang terbaik'."
Di dalam kerah jersey tandang Belgia buatan Adidas, tersembunyi sebuah baris tulisan yang berbunyi: "Ceci n'est pas un maillot." Ini bukan sekadar jersey. Bukan lagi sekadar jersey.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....