Gravina Akui Italia Tak Layak ke Piala Dunia
- 30 Apr 2026 14:08 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Ketua Umum Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menyatakan bahwa usulan untuk mengganti posisi Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026 merupakan ide yang memalukan. Ia juga menegaskan bahwa para pendukung Azzurri adalah satu-satunya pihak yang layak tampil di turnamen tersebut, meskipun ia mengakui timnya tidak pantos mendapatkan tempat.
Pernyataan itu disampaikan Gravina dalam wawancara di program "Otto e mezzo" di La7, belum lama ini. Ia juga membela kepemimpinannya selama menjabat sebagai presiden FIGC, meski Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah dikalahkan Bosnia dan Herzegovina di babak final play-off Maret lalu.
Gravina mengundurkan diri tak lama setelah kekalahan tersebut. Pemilihan penggantinya akan digelar pada 22 Juni mendatang, dengan dua kandidat kuat yakni Giovanni Malagò dan Giancarlo Abete.
Gravina bersikeras bahwa pengunduran dirinya adalah murni keputusan pribadi, bukan karena tekanan.
"Saya tidak dipaksa mundur, sama sekali bukan. Itu adalah pilihan pribadi saya. Saya berkomitmen kepada para fans sepak bola Italia bahwa kami akan lolos ke Piala Dunia, dan sayangnya saya tidak mampu menepati komitmen itu," ujar Gravina, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
"Ini adalah tindakan tanggung jawab dan rasa cinta. Saya tidak suka ditekan, saya berpikir dengan kepala dingin. Ini demi melindungi federasi dari histeria institusional."
Meski gagal membawa tim senior putra ke Piala Dunia dua kali dalam masa kepemimpinannya, Gravina menolak disebut gagal total. Ia mengingatkan bahwa FIGC menaungi banyak tim nasional, bukan hanya satu.
"Saya tidak merasa gagal. Jika bicara insiden kecil, tentu saya gagal. Tapi jika menilai keseluruhan aktivitas dan proyek kami, federasi kami termasuk yang paling dihormati di Eropa dan dunia," tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya kebingungan peran di mata publik. "Masyarakat Italia menuntut FIGC di luar kewenangan kami. Kami absen tiga kali di Piala Dunia, dan polanya selalu sama: mencari kambing hitam. Banyak yang lupa bahwa pemain tim nasional tidak sepenuhnya berada di bawah kendali FIGC. Ada liga, kompetisi, dan aturan yang harus dihormati."
Mengenai pelatih timnas yang ia tunjuk, Gravina tetap membela pilihannya. "Bagi saya, dia (pelatih yang dimaksud) adalah orang yang tepat saat itu. Kami butuh seseorang yang mengembalikan nilai-nilai kebanggaan jersey. Sayangnya, sisi sportivitas yang kurang."
Terakhir, menanggapi wacana Italia menggantikan Iran di putaran final Piala Dunia 2026, Gravina menutup dengan tegas: "Itu tampaknya ide yang mengada-ada dan memalukan. Kami hanya bernegosiasi untuk semangat para penggemar Italia, karena mereka satu-satunya yang pantas pergi ke Piala Dunia."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....