Kualitas Udara Itera Dipantau usai Erupsi GAK
- 09 Sep 2026 15:56 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera atau Itera melakukan pemantauan kualitas udara di lingkungan kampus, menyusul masuknya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ke sejumlah wilayah Lampung.
Dosen Teknik Lingkungan Itera, Novi Kartika Sari, mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara, terutama konsentrasi partikulat di dalam dan luar ruangan.
"Pengukuran menggunakan sejumlah perangkat untuk memantau PM2.5 dan PM10, serta gas SO₂, NO₂, CO dan CO₂. Pemantauan juga mencakup kondisi meteorologi seperti arah dan kecepatan angin, suhu, kelembapan, serta tekanan udara," Ucapnya, dilansir dari .
Novi menjelaskan, hasil pemantauan awal menunjukkan konsentrasi partikulat di dalam ruangan telah masuk kategori tidak sehat dan perlu diwaspadai. Sementara hasil pengukuran partikulat di luar ruangan masih dalam proses penyelesaian.
Menurut Novi, alat yang digunakan tidak dapat memastikan seluruh partikulat yang terukur berasal dari abu vulkanik. Namun, pengaruh aktivitas erupsi dapat diprediksi dengan melihat kondisi erupsi dan arah angin yang membawa material abu menuju wilayah Lampung.
Sebagai langkah antisipasi, Itera untuk sementara menghentikan perkuliahan tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran daring. Dosen dan pegawai juga menerapkan sistem bekerja dari rumah hingga kondisi memungkinkan.
Novi mengimbau sivitas akademika dan masyarakat mengikuti arahan pemerintah, menggunakan masker saat beraktivitas, serta mengurangi kegiatan di luar ruangan jika tidak diperlukan.
Pemantauan kualitas udara di lingkungan Itera akan dilakukan selama beberapa hari dengan menyesuaikan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....