KONI Lampung Seleksi Ketat Atlet menuju PON Bela Diri 2026
- 20 Agt 2026 12:32 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menggelar tes fisik dan kesehatan bagi atlet cabang olahraga bela diri sebagai bagian dari persiapan menuju PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara.
Kegiatan bertajuk Tes Fisik dan Kesehatan Atlet Provinsi Lampung Road to PON Beladiri Tahun 2026 di Sulawesi Utara tersebut berlangsung di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, selama dua hari, 20-21 Agustus 2026.
Pada hari pertama, Kamis (20/8/2026), tes diikuti atlet dari empat cabang olahraga, yakni tinju, anggar, hapkido, dan kick boxing. Sementara pada hari kedua dijadwalkan diikuti atlet muaythai, kurash, dan bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA).
Ketua Pelaksana Tes Fisik KONI Provinsi Lampung, Yopi Hutomo Bhakti, mengatakan tes tersebut menjadi salah satu instrumen utama untuk menentukan atlet yang layak diberangkatkan mewakili Lampung.
"Yang akan kita berangkatkan nanti harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Data hasil tes akan kita konversi, interpretasikan, dan olah untuk menentukan kondisi masing-masing atlet," kata Yopi, kepada RRI.
Menurut dia, standar nilai minimal yang menjadi acuan dalam seleksi adalah 80. Atlet yang belum memenuhi standar tersebut akan menjadi bahan evaluasi KONI bersama pengurus cabang olahraga.
"Memang standar kita harus berada di angka 80. Selain fisik, nanti ada beberapa indikator lain yang juga kita olah," ujarnya.
Indikator tersebut meliputi riwayat cedera, kondisi kesehatan, pengalaman bertanding, serta prestasi atlet dalam kejuaraan nasional maupun Pekan Olahraga Nasional.
Yopi mengatakan hasil tes fisik sementara menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan sejumlah indikator kebugaran yang diukur, kualitas fisik atlet saat ini dinilai lebih baik dibandingkan persiapan PON Bela Diri sebelumnya.
"Alhamdulillah, secara kualitas fisik memang lebih baik dibandingkan PON Bela Diri sebelumnya. Dari beberapa indikator yang kita ambil, peningkatannya cukup signifikan," katanya.
Hasil tes selanjutnya akan disampaikan kepada masing-masing cabang olahraga sebagai bahan evaluasi program latihan menuju PON Bela Diri 2026.
"Kita ingin cabang olahraga mengetahui secara objektif sejauh mana kondisi atlet mereka, sehingga persiapannya bisa lebih maksimal," ujar Yopi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....