Evaluasi Pembinaan Karate Lampung Usai Kejurnas Nasional 2026
- 13 Mei 2026 10:21 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung — Hasil Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV 2026 menjadi bahan evaluasi pembinaan karate di Lampung. Pasalnya, sejumlah atlet asal Lampung yang berhasil meraih prestasi justru tampil membela perguruan pusat, bukan membawa nama daerah.
Manager tim, Ulul Azmi Soltiansa, menilai kondisi tersebut terjadi karena pembinaan atlet belum sepenuhnya didukung secara berkelanjutan, terutama dalam hal pendanaan dan keberangkatan ke berbagai event nasional.
“Evaluasinya atlet harus dibina jangka panjang secara terus menerus. Selain itu, perlu dukungan sponsor untuk membantu latihan dan pemberangkatan mengikuti event nasional,” ujar Ulul kepada RRI melalui Whatsapp, Rabu, 13 Mei 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan, atlet-atlet potensial Lampung akhirnya memilih bergabung dengan perguruan pusat karena memiliki dukungan latihan dan pembiayaan yang lebih baik.
Ia menyebut apabila seluruh atlet potensial Lampung dapat diberangkatkan dan fokus membela nama daerah, peluang Lampung untuk bersaing di papan atas nasional sangat terbuka.
“Kalau atlet Lampung all out membela nama Lampung, mungkin posisi Lampung bisa masuk tiga besar. Karena banyak atlet Lampung yang juara di kejurnas justru membela perguruan pusat,” katanya.
Diri berharap ke depan ada kolaborasi lebih kuat antara pengurus, pemerintah daerah, KONI, serta sponsor untuk menjaga atlet-atlet potensial tetap berada dalam pembinaan daerah.
Menurutnya, adanya keberhasilan atlet asal Lampung meraih emas, Farah Desfita Marta, cadet -54 putri di tingkat nasional membuktikan kualitas karateka Lampung mampu bersaing. Namun tanpa dukungan pembinaan yang maksimal, daerah akan terus kehilangan atlet potensial di ajang nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....