Atlet Atletik Tetap Jalani Latihan meski Sedang Berpuasa
- 07 Mar 2026 11:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Atlet nomor 400 meter dan lari gawang, M. Hammam Gantari, tetap menjalani program latihan selama bulan Ramadan dengan menyesuaikan intensitas dan pola latihan agar kondisi tubuh tetap terjaga.
Menurut Hammam, pada awal masa puasa program latihan tidak langsung diberikan dengan beban berat. Pelatih biasanya memberikan latihan ringan terlebih dahulu agar tubuh dapat beradaptasi dengan perubahan pola makan dan waktu istirahat.
“Di awal puasa latihan masih ringan, seperti jogging dan latihan koordinasi. Setelah tubuh mulai terbiasa sekitar lima hari puasa, baru masuk ke program yang lebih berat,” ujarnya, kepada RRI di Bandar Lampung, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan intensitas latihan dilakukan secara bertahap agar atlet tidak mengalami kelelahan atau cedera akibat beban latihan yang berlebihan.
Setelah masa adaptasi, latihan yang diberikan biasanya lebih banyak pada penguatan fisik, termasuk latihan beban untuk meningkatkan kekuatan dan power otot yang dibutuhkan dalam nomor sprint.
Hammam mengatakan latihan beban dalam atletik berbeda dengan latihan di pusat kebugaran yang bertujuan membesarkan otot. Dalam atletik, latihan lebih difokuskan pada kekuatan dan kecepatan gerak.
“Kalau untuk atletik latihannya lebih ke power. Gerakannya harus cepat karena saat sprint kita harus keluar dari start dengan cepat,” katanya.
Ia menambahkan, selama menjalani puasa para atlet juga memperhatikan asupan gizi dan nutrisi saat sahur dan berbuka agar energi tetap terjaga selama latihan.
Dengan pengaturan program latihan yang tepat, Hammam optimistis para atlet tetap dapat menjaga kondisi fisik sekaligus menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....