Teknologi, Nutrisi, dan Mental Jadi Pilar Pembinaan Atlet Atletik
- 20 Feb 2026 12:11 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemanfaatan teknologi, penguatan nutrisi, dan pendekatan psikologi olahraga menjadi fokus pembinaan atlet di Bandar Lampung. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan performa atlet lari, sekaligus menyiapkan talenta potensial menuju PON 2028.
Penggunaan teknologi dalam latihan kini menjadi kebutuhan penting, Atlet telah memanfaatkan jam tangan pintar untuk memantau denyut nadi atau heart rate saat latihan, guna memastikan intensitas sesuai dengan program, baik pada fase persiapan umum, khusus, maupun menjelang perlombaan.
Analisis video juga digunakan untuk mengevaluasi biomekanik gerakan. Dengan teknik pemutaran lambat, pelatih dapat mengoreksi kesalahan teknik agar gerakan lebih efisien dan optimal. Pendekatan tersebut juga diterapkan pada dua atlet potensial nomor lontar martil yang dipersiapkan menuju PON 2028.
Coach RTF Athletics School, Andre Hari Wibowo, kepada RRI mengatakan, tidak hanya teknologi, aspek nutrisi turut menjadi perhatian.
"Atlet sprint yang mengandalkan sistem anaerobik membutuhkan asupan karbohidrat, protein, serta dukungan nutrisi seperti kreatin untuk meningkatkan performa otot," ucapnya melalui WhatsApp, Jumat, 20 Februari 2026.
Lebih lanjut, edukasi perlu dilakukan kepada atlet agar memperhatikan kecukupan cairan dan asupan gizi seimbang, menyesuaikan dengan beban latihan.
Sementara dari sisi psikologi, pembinaan mental dilakukan sebelum saat dan setelah latihan. Pelatih membangun kepercayaan diri atlet, memberikan motivasi saat latihan serta mengingatkan pentingnya istirahat dan manajemen waktu, terutama bagi atlet yang masih berstatus pelajar.
Menurutnya, keterpaduan antara teknologi analisis performa, nutrisi yang tepat, dan kekuatan mental menjadi kunci untuk menghasilkan atlet berprestasi dan berdaya saing tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....